Maskapai nasional Australia, Qantas, tengah bersiap untuk melakukan “lompatan besar” di langit Pasifik. Per tahun 2026, Qantas berencana memperkuat jaringannya ke Amerika Serikat secara signifikan, memanfaatkan kedatangan armada pesawat baru yang lebih efisien dan modern. Langkah ini diambil guna memenuhi lonjakan permintaan perjalanan internasional serta memperkokoh posisi Qantas di hadapan para kompetitornya.
Penyusunan ulang strategi rute ini tidak lepas dari kehadiran armada Airbus A350-1000 dan Boeing 787 Dreamliner tambahan yang dijadwalkan mulai memperkuat lini operasional mereka. Dengan teknologi pesawat jarak jauh ini, Qantas berambisi menawarkan lebih banyak pilihan jadwal dan kenyamanan bagi para pelancong.
Ekspansi tahun 2026 ini akan berpusat pada penguatan hub utama di Australia Timur. Beberapa poin penting dalam rencana rute tersebut antara lain:
- Peningkatan Frekuensi ke Los Angeles (LAX): Sebagai pintu gerbang utama warga Australia ke AS, rute dari Sydney dan Melbourne menuju Los Angeles akan mendapatkan penambahan jadwal terbang untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang bisnis maupun wisata.
2. Optimalisasi Rute San Francisco dan Dallas: Qantas berencana meningkatkan kapasitas pada rute Sydney-San Francisco serta mempertahankan rute maraton Sydney- Dallas/Fort Worth yang selama ini menjadi salah satu rute andalan mereka.
3. Kebangkitan Brisbane: Brisbane akan memainkan peran lebih besar sebagai hub alternatif, dengan kemungkinan penambahan frekuensi atau destinasi baru di Amerika Serikat yang dilayani langsung dari ibu kota Queensland tersebut.
Tahun 2026 juga menjadi momentum krusial bagi persiapan Project Sunrise—ambisi Qantas untuk menghubungkan Sydney dan Melbourne secara langsung (non-stop) ke New York. Meskipun saat ini rute New York dilayani melalui transit di Auckland, kedatangan Airbus A350-1000 yang dimodifikasi khusus akan memungkinkan Qantas untuk memangkas waktu tempuh secara signifikan tanpa perlu transit di masa mendatang.
Langkah agresif Qantas ini dipandang sebagai respons terhadap meningkatnya persaingan dari maskapai Amerika Serikat seperti United Airlines dan Delta Air Lines yang juga memperluas jejak mereka di Australia. Dengan menawarkan layanan premium dan keunggulan armada baru, Qantas optimistis dapat mempertahankan loyalitas pelanggannya.
Project Sunrise: Qantas Mulai Uji Coba Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia pada 2026
