Pesawat Kepresidenan “Indonesia One” Telah Berganti Warna, Kini dengan Livery Merah Putih

0
Foto: Pesawat Kepresidenan RI, A-001 Boeing 737-8U3 (BBJ2). (Tangkapan Layar Instagram @adhimas_aviation)

Seolah menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76, ada kabar bahwa “Indonesia One ” Pesawat Kepresidenan Indonesia telah mengganti warna, dari yang sebelumnya menggunakan livery putih-biru, kini 737-8U3 (BBJ2) dengan nomer registrasi A-001, livernya berubah menjadi kombinasi warna merah putih.

Baca juga: Untung Rugi Narrowbody vs Widebody untuk Pesawat Kepresidenan Indonesia

Penampakan pesawat Kepresidenan dengan livery baru itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram @adhimas_aviation dengan caption “New Livery For A-001! A-001 Blasting Out From CGK Bound To Pelabuhan Ratu For Test Fight.” Dikutip dari CNBC Indonesia, pihak Istana Kepresidenan sudah mengonfirmasi tentang perubahan livery pada pesawat tersebut, meski belum ada rincian lebih lanjut.

Di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Boeing 737 Kepresidenan di cat dengan warna biru langit dengan alasan masalah keamanan. Mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengungkapkan warna biru sebagai bentuk penyamaran dari ancaman. Karena alasan keamanan, lanjutnya, maka pesawat itu diberikan warna biru, yang tidak dimiliki pesawat penerbangan komersial lain. Ditambah fakta lain, pesawat kepresidenan RI ini dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara, dan untuk masalah perawatan, pesawat kepresidenan ini sendiri diserahkan kepada Garuda Maintenance Facility (GMF).

Boeing 737-8U3 (BBJ2) pertama kali mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 10 April 2014. Pesawat dengan tanda panggil Indonesia One dan berkode registrasi RI-001 ini dimiliki oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Baca juga: Bukan Cuma Bisa Mengecam, Indonesia Pernah Larang Pesawat PM Israel Lintasi Ruang Udara Indonesia 

Layaknya di negara lain, pesawat kepresidenan RI ini dilengkapi dengan ruang rapat VVIP berkapasitas 4 orang, kamar kenegaraan (State Room) VVIP berisikan ruang tidur mewah yang dapat menampung 2 orang, 12 kursi eksekutif, dan 44 kursi staf. Pesawat ini menggunakan jenis mesin CFM56-7 dan mampu menembus kecepatan jelajah maksimum hingga Mach 0,7 serta jangkauan jelajah hingga 8.556 km.