Pramugari Mulai Terinfeksi Virus Corona, Lantas Pilih Tetap Pakai Masker atau Tidak?

0
Ilustrasi pramugari gunakan masker. Foto: Istimewa

Belum lama ini, seorang pramugari Korean Air dinyatakan positif virus corona. Akibatnya, ketakutan traveler untuk datang ke Korea Selatan pun memuncak, terlihat dari ramainya netizen yang menginginkan rencananya ke Negeri Ginseng tersebut ditunda. Sementara itu, Korean Air sendiri telah membentuk sistem khusus bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention Korea (CDCK) untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Baca juga: Ahli: Penggunaan Masker yang keliru Justru Dapat Sebarkan Virus Corona

Dengan terjangkitnya pramugari Korean Air tersebut, pembahasan terkait mekanisme pencegahan terbaik bagi awak kabin (pramugari) pun kembali menarik untuk diperbincangkan.

Pasalnya, sebelum pramugarinya terjangkit virus corona atau Covid-19, maskapai memang belum mengeluarkan peraturan yang mengharuskan pramugari memakai masker selama bertugas. Padahal, penasehat medis di dunia tidak merekomendasikan para awak kabin untuk mengenakan masker selama bertugas. Bahkan, menggunakan masker justru malah dapat menjadi penyebab terinfeksi virus corona.

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, sebelumnya, menurut penasihat medis untuk penerbangan dunia atau International Air Transport Association (IATA), David Powell, cara terbaik dalam menghindari virus corona, termasuk virus-virus berat atau ringan lainnya, dengan sering-sering mencuci tangan. Pendapat ini tentu saja sangat bertentangan dengan pengetahuan dan stigma masyarakat luas tentang penggunaan masker dan sarung tangan karet, yang notabene justru dapat melindungi mereka.

“Virus tidak dapat bertahan lama di kursi atau sandaran tangan, sehingga kontak fisik dengan orang lain memiliki risiko infeksi terbesar dalam penerbangan. Bahkan, masker dan sarung tangan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menyebarkan virus daripada menghentikannya,” ujarnya.

Selain itu, menggunakan masker bukanlah cara yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk mencegah infeksi pada orang yang sehat.

“Tidak ada banyak data untuk mendukung klaim ada manfaat menggunakan masker di tempat umum,” kata Dr. Jonathan Grein, dokter penyakit menular profesional dan Direktur Rumah Sakit Epidemiologi di Pusat Medis Cedars-Sinai di Los Angeles.

Masker digunakan, lanjutnya, oleh dokter dan perawat ketika berhadapan langsung dengan orang sakit. Selain itu, mereka (dokter dan perawat) karena dua alasan utama, yakni untuk menstimulus sekresi individu yang memiliki infeksi pernapasan dan untuk melindungi petugas kesehatan yang memberikan perawatan langsung kepada pasien.

Lantas, dengan banyaknya para ahli medis di dunia yang tidak merekomendasikan pramugari untuk mengenakan masker, baik selama bertugas maupun tidak, masihkah pendapat tersebut relevan untuk menangkal serangan virus corona? Mungkin saja iya, mungkin juga tidak. Hal itu karena hingga kini belum ada keterangan lanjutan bagaimana dan dimana pramugari tersebut terinfeksi, apakah di pesawat atau di kehidupan sehari-hari, di luar jam kerja?

Meski demikian, bila langkah-langkah dari ahli kesehatan medis dunia seperti menghindari kontak dengan orang sakit, menghindari pasar hewan (hidup atau mati), pasar hewan, dan produk yang berasal dari hewan (seperti daging mentah), hingga cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik, bahkan menjaga kebersihan masker (jika memakainya) seluruhnya sudah dilakukan, mungkin satu hal ini juga patut diperhatikan.

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Menurut dr. Ratna Kumalasari, Medical & Scientific Information Manager Industri Farmasi pernah berujar bahwa menjaga sistem imun tubuh tetap prima juga jadi salah satu langkah penting dalam menghindari virus corona. Menurutnya, saat sistem ketahanan tubuh (immune system) kuat, virus tidak mudah masuk ke tubuh kita, hanya saat kondisi tubuh lemah, kita mudah terinfeksi virus.

Senada dengan Ratna, Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) juga pernah menjadi bahan perbincangan di media sosial akibat statement-nya yang menyatakan virus corona dapat ditangkal dengan terus berdoa dan menjaga imunitas tubuh.

Leave a Reply