Greenland kini bukan lagi sekadar wilayah es yang sunyi di ujung utara bumi. Seiring dengan meningkatnya minat Amerika Serikat terhadap wilayah otonom Denmark ini karena letak strategis dan kekayaan alamnya, infrastruktur di ibukota Greenland, Nuuk, pun bersiap menghadapi lonjakan dunia internasional.
Pusat dari transformasi ini adalah Bandara Nuuk (Nuuk Airport), sebuah fasilitas vital yang menjadi urat nadi transportasi bagi wilayah yang hampir tidak memiliki akses jalan darat antar-kota ini.
Bandara Nuuk (GOH), atau dalam bahasa lokal disebut Mittarfik Nuuk, terletak sekitar 3,7 km di timur laut pusat kota Nuuk. Selama puluhan tahun, bandara ini dikenal dengan landas pacunya yang sangat pendek (hanya sekitar 950 meter), yang membatasi operasional pesawat besar.
Namun, per tahun 2024-2025, bandara ini telah menyelesaikan proyek ekspansi besar dengan memperpanjang landas pacu menjadi 2.200 meter. Transformasi ini secara resmi mengubah statusnya dari bandara domestik kecil menjadi bandara internasional yang mampu menampung pesawat jet berbadan lebar (wide-body).
Bandara Nuuk merupakan hub utama bagi maskapai nasional, Air Greenland. Berikut adalah jaringannya:
Air Greenland
Melayani rute domestik ke seluruh wilayah Greenland (Ilulissat, Kangerlussuaq, Narsarsuaq) menggunakan pesawat Dash-8. Untuk rute internasional, rute utama adalah menuju Kopenhagen, Denmark.
Icelandair
Menghubungkan Nuuk dengan Reykjavik (Keflavik), Islandia. Ini adalah rute favorit bagi turis internasional yang ingin melanjutkan perjalanan dari Eropa atau Amerika Utara.
Rute Baru (Ekspansi)
Dengan landas pacu baru, rute langsung menuju Amerika Utara (seperti New York atau Toronto) kini menjadi target strategis pemerintah Greenland untuk mengurangi ketergantungan transit via Denmark.

Beroperasi di wilayah yang hampir sepanjang tahun tertutup salju dan es memerlukan standar operasional yang ekstrem. Bandara Nuuk memiliki protokol khusus yang tidak ditemukan di bandara tropis:
Sistem De-Icing Pesawat
Sebelum lepas landas, setiap pesawat harus melewati proses penyemprotan cairan kimia khusus untuk memastikan tidak ada lapisan es pada sayap atau mesin yang dapat mengganggu aerodinamika.
Pengerjaan Landasan Non-Stop
Bandara ini memiliki armada kendaraan pembersih salju raksasa yang bekerja 24 jam. Landasan pacu harus memiliki koefisien gesek yang tepat; seringkali tim bandara menggunakan pasir khusus yang dipanaskan agar menyatu dengan permukaan es guna memberikan traksi bagi roda pesawat.
Lampu Landasan Intensitas Tinggi
Karena fenomena Polar Night (malam kutub) di mana matahari tidak terbit selama berminggu-minggu, sistem pencahayaan landasan pacu di Nuuk menggunakan teknologi LED intensitas tinggi agar tetap terlihat menembus badai salju (blizzard).
Navigasi Berbasis Satelit
Mengingat cuaca yang bisa berubah dalam hitungan menit (fenomena kabut laut), Bandara Nuuk menggunakan sistem pendaratan instrumen (ILS) yang sangat canggih untuk memandu pilot mendarat dalam kondisi jarak pandang nol.
