Program Frequent Flyer Saat Ini Tak Sama Seperti Dulu

0

Program frequent flyer atau penggunaan miles di beberapa maskapai internasional saat ini sudah tidak seperti dulu lagi. Beberapa maskapai sekarang menjual program value added service (VAS) ini kepada perusahaan kartu kredit agar poin atau miles tersebut bisa didevaluasi.

Baca juga: Mengenal SkyTeam, Aliansi Penerbangan Internasional Garuda Indonesia

KabarPenumpang.com melansir dari businessinsider.com, bahwa program Amazone prime membebankan biaya pada pelanggan adalah contoh terbaik bagi maskapai untuk memperbaiki cara mereka memberi penghargaan kepada pelanggan setianya. Sebuah email program frequent flyer dari salah satu maskapai besar mengatakan pilihan perjalanan dengan penghargaan baru.

Seperti dalam email tersebut terdapat gambar Pegunungan Alpen di Swiss untuk menebus poin atau miles. Namun maskapai ini diam-diam mengatakan hanya ada sedikit tempat duduk untuk penukaran poin yang lebih rendah dimana dulunya berlaku standar.

Sejumlah perusahaan mendapatkan loyalitas pelanggan mereka hanya dengan memberikan pengalaman yang lebih baik. Pertimbangan Amazon adalah anggota program loyalitas menghabiskan rata-rata 86 persen lebih banyak per tahun daripada yang bukan anggota, berbelanja beberapa kali per bulan dan meningkatkan pembelanjaan mereka dari tahun ke tahun.

Tapi dibanding membeli loyalitas Amazon dengan barang dagangan gratis, para anggota Perdana ini membayar Amazon untuk mendapatkan hak istimewa, US$99 per tahun. Lebih dari 80 juta orang Amerika telah mendaftar. Di industri penerbangan, bagaimanapun, hasilnya sudah dapat diperkirakan sebagai peningkatan jumlah uang beredar lainnya, harga yang meningkat dan mata uang yang terdevaluasi.

Sayangnya berdasarkan penelitan yang dilakukan, harga rata-rata tiket domestik sekitar 39 ribu miles karena hadiah termurah jarang tersedia. Untuk kelas bisnis ke Eropa, harga sekali jalan terendah di salah satu aliansi utama juga sudah meningkat dari 100 ribu menjadi 140 ribu miles selama lima tahun terakhir.

Dalam model baru ini, maskapai penerbangan dan bandara akan memberikan pengalaman yang lebih baik untuk setiap penumpang dalam setiap perjalanan, berdasarkan tiga prinsip. Menghormati penumpang adalah hal utama, dimana hubungan yang loyal dibangun dengan kepercayaan dan kejujuran.

Sebab waktu keberangkatan yang realistis saat penerbangan terlambat, merancang biaya yang transparan, tidak rumit dan membungkam pengumuman bandara berulang yang ditujukan untuk seorang musafir. Kedua jadilah pintar dengan data, maksudnya adalah penjual terbaik menyebarkan analisis canggih untuk memprediksi kebutuhan pelanggan mereka dan menyesuaikan pengalam dengan masing-masing individu.

Anda bisa menggunakan metode yang sama, dimana bisa mengubah jadwal perjalanan, mengklaim bagasi yang hilang saat masih berada di udara dan memesan taksi sebelum Anda tiba. Tetapi ingat, maskapai penerbangan tahu Anda ada dimana dan akan pergi kemana.

Saat ini, Anda harus menggunakan data untuk membuat perjalanan lebih baik dan mengasilkan pendapatan dengan menjual apa yang Anda inginkan. Terakhir mengelola seluruh pengalaman perjalanan.

Leave a Reply