Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang

Ehang 184 yang mengudara di uji cobanya (Ehang)

Terbang dengan kendaraan otonom atau tanpa awak seperti mimpi disiang bolong. Bahkan banyak komunitas teknologi yang menertawakan hal tersebut dan bertanya apakah pesawat tanpa awak mungkin terealisasikan?

Baca juga: CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan

KabarPenumpang.com melansir dari laman theverge.com (5/2/2018), bahwa perusahaan pesawat tanpa awak milik Cina yakni Ehang baru-baru ini melakukan uji coba pertamanya. Dari cuplikan video, semua yang naik untuk merasakan terbang dengan pesawat tanpa awak sangat berkesan dan mengatakan hal tersebut bukanlah lelucon.

Ehang 184, pesawat tanpa awak tersebut adalah quadcopter dan sudah melalui sebuah tes dalam beberapa bulan terakhir. Diketahui, Ehang 184 ini sudah melakukan uji coba sebanyak seribu kali penerbangan dengan penumpang manusia di ketinggian 984 kaki atau 300 meter. Uji coba lainnya yakni dengan membawa penumpang lebih berat yakni 500 pound atau sekitar 230 kg dengan jarak tempuh 9,3 mil atau sekitar 15 km dengan kecepatan tinggi mencapai 80,7 mph atau 130 km per jamnya.

Ehang 184 (Ehang)

Perancang Ehang tak hanya menguji coba dalam kondisi cerah, mereka juga melakukan uji coba saat udara lebih panas dari biasanya, kabut tebal, malam hari hingga topan kategori tujuh dengan angin kencang.

“Apa yang kami lakukan bukanlah olahraga yang ekstrem, jadi keselamatan setiap penumpang selalu datang lebih dulu. Sekarang setelah kami berhasil menguji Ehang 184, saya sangat bersemangat untuk melihat seperti apa masa depan bagi kami dalam hal mobilitas udara,” kata pendiri dan CEO Ehang Huazhi Hu.

Ehang 184 berbentuk seperti telur dan multidoor ini rencananya akan digunakan untuk taksi udara dan membawa penumpang dalam melintasi lingkungan perkotaan yang padat. Pihak perusahaan akan mewujudkan layanannya tersebut dalam Dubai’s World Government Summit akhir bulan ini.

Tetapi juru bicara Ehang masih belum menanggapi akan terlakasana atau tidak. Hal ini juga dikarenakan Dubai bekerja sama dengan Volocoptor Jerman yang melayani taksi udara serupa.

Jika nantinya di Dubai tak berhasil, pihak Ehang sudah mendapatkan izin dari negara bagian Nevada untuk menguji Ehang 184 di tempat uji UAV yang disetujui Federal Aviation Administration (FAA). Ehang 184 ini menggunakan listrik untuk bahan bakarnya dan bisa membawa penumpang hingga sejauh 10 mil atau sekitar 23 menit penerbangan.

“Penumpang yang berada di kokpit tidak mengendarai dan hanya memasukkan tujuan mereka serta menikmati perjalan mereka. Pesawat ini juga mampu lepas landas secara mandiri, menerbangkan ke rute tujuan, merasakan hambatan dan mendarat,” ujar pihak perusahaan.

Pihak perusahaan melihat wahana mewah untuk orang-orang kaya sebagai tahap awal di pasar baru-baru ini. Dengan pesawat otonom menjadi lebih luas dimana harga lebih rendah setelah armada dan jalur penerbangan pasti.

Meskipun sukses melakukan uji coba penerbangan, Ehang masih melakukan perbaikan pada pesawat. Dalam hal perbaikan tersebut diberikan penekanan dan ditempatkan untuk pengalaman penumpang serta menambah opsi untuk kontrol manual.

Adanya kontrol manual tersebut bisa memberi penumpang pengalaman piloting untuk mengoperasikan pesawat secara manual jika terjadi sesuatu pada pesawat tersebut. Perusahaan juga menguji dua tempat duduk dengan muatan hingga 617 pound atau sekitar 680 kg.

Baca juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone

Pihaknya juga membuktikan kendaraan udara otonomnya bisa terbang dan bukanlah prestasi kecil. Tetapi ini membuktikan bisa meningkatkan layanan taksi udara seutuhnya. Meskipun tatangan yang dihadapi berbeda dengan perusahaan raksasa lainnya dengan miliaran dolar yang dimiliki mereka. Ehang membuktikannya dengan take of vertikal dan pendaratan yang mulus.