PT Angkasa Pura II, Buat Transparasi Penanganan Bagasi

PT Angkasa Pura II (Persero)

Selama ini penumpang mengeluhkan masalah bagasi yang rusak, hilang hingga tertukar. Hal ini mungkin terjadi karena adanya kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum dalam pengambilan bagasi. Beberapa tahun lalu, hal ini sering sekali terjadi dan membuat penumpang cemas akan barang-barang yang dibawa. Sampai terkadang para penumpang bertanya-tanya seperti apa barang-barang yang dibawa dan diambil sampai ketempat pengambilan barang di terminal kedatangan.

Pertanyaan-pertanyaan ini kemudian di jawab oleh PT Angkasa Pura II (Persero), pihak AP II memahami betul dengan keluhan penumpang terkait penanganan bagasi di bandara Internasional Soekarno-Hatta. AP II merespon keluhan para pelanggan dengan mengimplementasikan sistem penanganan layanan bagasi secara transparan di Terminal 3. Adanya transparansi ini sebagai upaya untuk memastikan bagasi cepat diterima penumpang sesuai standar regulator dan barang-barang penumpang tidak rusak dan jauh dari tidak pencurian.

Transparansi layanan bagasi, AP II melakukannya melalui digitalisasi pengoperasian sistem teknologi informasi baggage handling time monitoring system. Pengaturan sistem ini dilakukan memlalui aplikasi internal AP II yakni iPerform serta pemasangan CCTV di area penempatan bagasi ke baggage handling system. Sekarang, sistem transparansi ini sudah ada di terminal 3 domestik dengan 2 layar monitor di setiap conveyor belt pengambilan bagasi. Guna layar ini, untuk menampilkan informasi perkiraan kedatangan bagasi dan CCTV secara langsung yang memperlihatkan proses pengantaran bagasi oleh crew groundhandling ke baggage handling system.

Bagasi yang di tangani melalui baggage handling system perharinya di terminal 3 domestik bandara Soetta sekitar 12 ribu koli hingga 15 ribu koli dengan jumlah 350 pergerakan pesawat. Selain melihat keamanan bagasi, dengan baggage handling time monitoring system, penumpang juga bisa memantau waktu proses penanganan sesuai dengan ketentuan PerMenHub No.178/2015 tentang Standara Pelayanan Pengguna Jasa Bandar Udara yakni bagasi pertaman yang tiba di baggage claim area paling lama 20 menit dari pesawat merapat ke terminal dan paling lama 40 menit. Pemasangan CCTV ini juga bisa membantu penumpang untuk penanganan bagasi dengan baik, cepat dan aman.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, “di setiap conveyor belt yang ada di baggage calim area telah dipasang monitor agar penumpang dapat memantau waktu dan cara penanganan bagasi. Kami berharap upaya transparansi penanganan layanan bagasi ini akan berdampak kepada peningkatan kualitas pelayanan kepada penumpang pesawt.

“AP II menjadikan Terminal 3 sebagai proyek percontohan digitalisasi bandara sehingga transparansi penanganan layanan bagasi terlebih dahulu dilakukan di sana. Ke depannya transparansi penanganan layanan bagasi ini juga akan diimplementasikan di Terminal 1 dan 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta bandara-bandara lain di bawah pengelolaan AP II,” jelasnya.

Dengan adanya transparasi layanan penanagan bagasi di terminal 3, menambah layanan berbasis digital yang sudah ada di bandara Soetta seperti Digital Cinema, Smart Parking, Smart Queuing System untuk taksi, Digital Baggage Handling System, Self-Service Check-in, WiFi berkecepatan tinggi, serta aplikasi Indonesia Airports yang saat ini dapat diakses melalui smartphone Android dan kedepannya melalui iOS.

Transparansi layanan penanganan bagasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini merupakan bentuk dukungan AP II terhadap maskapai dan ground handling untuk mewujudkan kepuasan pelanggan.