PT Angkasa Pura II Tingkatkan Kapasitas Listrik Bandara Soekarno-Hatta

Sistem kelistrikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan ditingkatkan kemampuannya oleh PT Angkasa Pura II (Persero). Hal ini untuk menjaga dan meningkatkan pelayanan maskapai dan penumpang. Membangun gardu induk di kawasan bandara merupakan salah satu bentuk pembenahan guna tetap terjaganya pasokan listrik di area vital.

Dilansir dari rilis PT Angkasa Pura II, pembangunan gardu induk bertegangan 150 KV dengan kapasitas 2×60 MVA diperkirakan mengabiskan dana sebanyak Rp233 miliar dan akan dibangun oleh PT Waskita Karya Tbk. Nantinya pembangunan ini ditargetkan rampung tahun 2018 mendatang.
46146f401561d9613478b8e3249cba6cBila gardu induk sudah beroperasi, aliran listrik dari gardu induk PLN akan dialirkan ke gardu induk tersebut dan diteruskan ke tiga power supplu yang ada di bandara untuk mendukung listrik di Terminal 1, 2 dan 3 serta kawasan perkantoran.

Hal ini berbeda dengan skema saat ini, di mana pasokan listrik dari gardu induk PLN lalu dialirkan ke feeder Jakarta International Airport Cengkareng atau JIAC 1, 2, 3, dan 4, baru kemudian ke tiga power supply dimana saat ini PLN telah memasok listrik sebesar 65 MVA di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kebutuhan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sampai dengan tahun 2021 diestimasikan mencapai 135 MVA, hal ini diperlukan untuk mendukung sejumlah pembangunan infrastruktur baru bandara seperti Automated People Mover System (APMS), Stasiun kereta bandara, Intergrated Building, Cargo Village, Revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2, Pembangunan Runway ke tiga, serta pemmbangunan infrastruktur lainnya di kawasan bandara.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, “PLN dan AP II telah menunjukan sinergi yang baik dalam hal penyediaan pasokan listrik untuk kegiatan kebandarudaraan sejak tahun 1984 saat bandara ini pertama kali beroperasi. Sinergi ini akan ditingkatkan dalam hal penyediaan pasokan utama listrik melalui Gardu Induk Khusus dan JIAC 1, 2, 3, dan 4 nantinya berperan sebagai back up, sehingga akan membuat sistem kelistrikan di bandara handal dan dapat cepat melakukan antisipasi apabila ada gangguan.”

“Pembangunan gardu induk khusus ini juga bertujuan untuk mendukung operasional Terminal 3, di mana ketika sudah beroperasi penuh dibutuhkan listrik hingga 30 MVA khusus untuk Terminal 3,” jelas Muhammad Awaluddin.

Peningkatan pelayanan lainnya, masing-masing terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan dilengkapi main power station (MPS) untuk mempermudah pengaturan arus pendistribusian kelistrikan di terminal-terminal. Adapun saat ini baru terdapat satu MPS untuk mengatur pendistribusian listrik di seluruh kawasan bandara. Lebih lanjut, pembenahan kelistrikan juga dilakukan melalui penerapan digitalisasi dengan mengimplementasikan sistem SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition.

“SCADA memungkinkan kami untuk membangun satu tempat khusus sebagai pusat informasi dan pemantauan seluruh sistem kelistrikan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, sehingga kami dapat lebih cepat mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan serta menjalankan langkah kontingensi untuk menanggulangi gangguan,” jelas Awaluddin.

Melalui pembangunan gardu induk khusus, lalu pembangunan main power station untuk masing-masing termina, serta implementasi SCADA, maka PT Angkasa Pura II optimistis sistem kelistrikan semakin handal untuk mendukung operasional dan peningkatan pelayanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.