Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?

0

Aliansi negara-negara di Timur Tengah, yakni Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Yaman, dan Uni Emirat Arab pada Senin kemarin (5/6/2017) secara mendadak telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Buntut pemutusan hubungan diplomatik didasarkan pada tuduhan Qatar sebagai pendukung dan penyandang dana bagi kelompok teroris, seperti ISIS, Al Qaida dan Ikhwanul Muslimin. Meski langsung mendapat bantahan dari Pemerintah Qatar, tak pelak pemutusan hubungan diplomatik pada Qatar, terlebih atas alasan terorisme memicu kecemasan bagi banyak penumpang internasional.

Baca juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta

Seperti halnya Uni Emirat Arab yang menjadi hub transit penerbangan internasional di Abu Dhabi, maka Qatar pun punya status yang sama, Qatar juga punya Hamad International Airport di Doha, bandara yang masuk sebagai bandara termegah di dunia ini juga dikenal sebagai hub transit banyak maskapai internasional, terutama dari wilayah Eropa dan Asia, begitu pula sebaliknya. Ditambah lagi Qatar punya maskapai raksasa, Qatar Airways yang melayani puluhan rute strategis internasional di lima benua.

Setiap pemutusan hubugan diplomatik dipastikan akan membawa dampak pada banyak hal, tak terkecuali pada sektor transportasi. Dalam waktu singkat, reaksi yang terasa adalah maskapai UEA Etihad Airways, Emirates dan Flydubai mengatakan mereka akan menghentikan semua penerbangan ke dan dari ibu kota Qatar, Doha mulai Selasa ini (6/6/2017).

Baca juga: Qatar Airways dan Beberapa Maskapai Timur Tengah Sewakan Laptop Pada Penumpang

Tiga negara Teluk mengatakan mereka menutup wilayah udara mereka dari penerbangan Qatar Airways. Penutupan ruang udara ini yang diyakini langsung berdampak buruk, pasalnya lintasan terbang pesawat komersial dari Qatar menuju beragam destinasi akan melintasi ruang udara dari negara-negara pemutus hubungan diplomatik tersebut. Qatar Airways sendiri adalah maskapai kelas dunia yang mengoperasikan armada jet berbadan lebar paling canggih di dunia, mulai dari Airbus A380 dan Boeing 787 Dreamliner. Dari segi peringkat, Skytrax dalam penghargaan World Airline Awards 2017 menobatkan Qatar Airways sebagai maskapai kedua terbaik di dunia, diurutan pertama adalah Emirates, dan Garuda Indonesia ada diurutan ke-11.

Dasar dari ketegangan Qatar dengan sejumlah negara di Timur Tengah muncul setelah kantor berita Qatar menyebut Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid al-Thani meminta negara-negara Teluk bekerja sama dengan Iran, yang menjadi negara musuh nomer satu diantara aliasi negara-negara Teluk. Ironisnya Pemerintah Qatar menyebut laporan itu muncul karena kantor berita mereka diretas, tapi hal itu tak membuat Arab Saudi dan negara-negara Teluk lain melunak. Qatar yang menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola tahun 2022 menyatakan pihaknya adalah korban dari konspirasi.

Dikutip KabarPenumpang.com dari TheGuardian.com (6/6/2017), dampak secara sosial langsung dirasakan warga akibat pemutusan hubungan diplomatik dan blokade dari negara-negara Teluk, yang langsung terasa adalah panic buying warga Qatar untuk membeli kebutuhan pangan, mengingat 40 persen jalur pasokan pangan ke Qatar akan terdampak dari blokade negara-negara Teluk.

Leave a Reply