Rentetan Kecelakaan Maut Bus di Indonesia

ilustrasi kecelakaan bus. Sumber: liputan6.com

Kecelakaan beruntun pada Sabtu (22/4/2017) sore di turunan Selarong, Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor seolah  membuyarkan impian banyak orang yang hendak menikmati libur akhir pekan bersama orang-orang tercinta. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah bus pariwisata, dan belasan kendaraan bermotor lainnya, termasuk sepeda motor dan mobil. Dari insiden berdarah tersebut, empat nyawa melayang serta enam lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan. Dampak lain yang ditimbulkan dari kecelakaan ini adalah kemacetan panjang di di jalur Puncak yang tengah memberlakukan sistem satu arah ke Jakarta.

Menurut data yang dilansir dari laman pikiran-rakyat.com, Sabtu (22/4/107), Kapolres Bogor Andy M. Dicky Pastika menyebutkan kuat dugaan kejadian ini berawal dari sebuah bus pariwisata yang mengalami rem blong. “Situasi jalan licin karena hujan menyebabkan bus tersebut menabrak kendaraan di depan maupun yang ada di arah berlawanan. Yang terlibat kecelakaan ini satu bus, tujuh mobil kecil dan lima sepeda motor,” tuturnya.

Tambahnya, pengemudi bus nahas tersebut, Bambang Hernowo mengaku sengaja menabrakan kendaraannya agar dapat mengurangi laju bus akibat rem blong. Saat dirinya diperiksa oleh pihak yang berwajib, Bambang tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat dari kendaraan tersebut. Masalah rem blong memang kerap kali menjadi salah satu momok yang menakutkan ketika berkendara, karena tidak jarang, kecelakaan yang diakibatkan oleh rem blong memakan korban jiwa. Maka dari itu, pengecekkan kendaraan sebelum bepergian amatlah penting.

Tragedi mengenaskan di Puncak pada akhir pekan lalu sedikit mengingatkan tentang banyaknya rentetan kecelakaan pada moda transportasi, salah satunya adalah bus yang mengakibatkan puluhan nyawa melayang sia-sia. Berikut, KabarPenumpang.com akan menyajikan beberapa tragedi kecelakaan pada bus.

Kecelakaan Bus Kramat Djati di Tol Jagorawi

Sumber: merdeka.com
Ilustrasi

Mungkin ingatan Anda langsung mengarah pada kejadian nahas pada tahun 1995 lalu ketika mendengar sub-judul di atas. Ya, tidak ada yang dapat memungkiri kecelakaan tersebut menjadi tidak terlupakan di benak masyarakat Indonesia, mengingat sebanyak 31 korban tewas terpanggang di dalam bus nahas tersebut. Kebanyakan korban jiwa dalam kejadian ini terperangkap di dalam bus yang terbakarnya. Masih kurangnya fasilitas keselamatan pada masa itu menjadi salah satu faktor banyak korban jiwa  dalam insiden ini.

Pada mulanya, bus Kramat Djati yang dikemudikan oleh Agus Abu Naser mencoba menyalip bus lain dari lajur paling kiri atau lajur darurat. Saat menyalip, di lajur kiri itu ada mobil yang sedan yang sedang mogok. Akibatnya, tiga penumpang mobil sedang itu tewas seketika. Dan yang paling mengerikan, benturan itu membuat bus terbakar dan membakar sebagian besar penumpangnya. Di antara korban yang tewas terpanggang itu, terdapat satu keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan tiga anaknya.

Bus Jawa Indah Terbakar

Sumber: Istimewa
Ilustrasi

Faktor banyaknya kecelakaan pada jaman dulu menjadi salah satu acuan para penyedia jasa transportasi, terutama bus untuk menyediakan alat keselamatan seperti palu pemecah kaca. Karena ketidak lengkapan alat keselamatan pada masa tersebut, sebuah tragedi mengenaskan terjadi pada tahun 1987 silam, dimana sebuah bus Jawa Indah terbakar dan memanggang hampir semua penumpang yang berada di dalamnya. Sebanyak 11 orang berhasil menyelamatkan diri dan 41 orang lainnya tewas di dalam bus jurusan Kalianget – Banyuwangi tersebut. Bus terbakar di jalan raya tol Dupak dan polisi pada saat itu tidak dapat memastikan penyebab dari kejadian tersebut.

Tragedi Paiton

Foto: Istimewa
Sumber: Istimewa

Ini merupakan salah satu sejarah paling kelam diantara semua kecelakaan bus yang pernah terjadi di Indonesia, dimana sebuah bus pariwisata yang berisikan rombongan dari Sekolah Menengah Kejuruan I Yayasan Pendidikan Generasi Muda (Yapemda) Yogyakarta harus mengalami kecelakaan dan mengakibatkan 54 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Pada tahun 2003 silam, Bus pariwisata AO Transport AB-2660-CA menabrak sebuah truk bermuatan mangga di seputar PLTU Paiton.

Rombongan dalam bus itu baru saja melakukan kunjungan ke Bali dan tengah dalam perjalanan menuju Probolinggo. Namun sekitar pukul 19.30 WIB, tepatnya di sekitaran PLTU Paiton, dari arah berlawanan datang sebuah truk dengan kecepatan tinggi dan tabrakan pun tak bisa dihindari. Percikan api yang ditimbulkan dari tabrakan tersebut akhirnya memantik bensin yang bocor, dan dengan cepat api melahap semua badan bus.