Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung dan merupakan stasiun yang dahulu sibuk dengan aktivitas bongkar muat peti kemas, Stasiun Gedebage kini sudah berfungsi sebagai angkutan penumpang Kereta Commuter Line Bandung Raya. Ya, stasiun yang bersebelahan dengan depo gerbong ini juga merupakan stasiun alternatif bagi penumpang yang menggunakan kereta api baik dari Stasiun Padalarang atau Stasiun Bandung maupun Stasiun Cicalengka.
Diketahui sebelum dialih fungsikan untuk angkutan penumpang, Stasiun Gedebage hanya digunakan sebagai persilangan kereta api yang berlawanan arah. Stasiun ini kerap kali dijadikan pemberhentian sementara kereta api khususnya Commuter Line untuk menunggu kereta api yang melintas dari arah berlawanan. Selain itu Stasiun Gedebage juga tempat menyimpan dan pengecekan di dalam depo gerbong terutama jenis gerbong datar.
Di stasiun yang terletak pada ketinggian + 672 meter di atas permukaan laut dan jadi stasiun paling timur di Kota Bandung ini, menurut cargo.kai.id, ada Terminal Peti Kemas Bandung-Dry Port 476 atau Terminal Petikemas Gedebage (TPGD). Luas terminal berjenis container yard atau warehouse ini mencapai 300.000 m², dengan luas area penimbunan peti kemas-export 1.560 m², peti kemas-import (CFS-2) seluas 1.560 m², dan peti kemas-empty seluas 6.000 m².
Layanan kereta api peti kemas di Gedebage ini pun sejalan dengan beroperasinya Terminal Peti Kemas Bandung pada 23 Desember 1987. Terminal Gedebage ini sebenarnya merupakan pengganti gudang persediaan kereta api di Cikudapateuh yang didirikan pada 1920-an. Perpindahan dari Cikudapateuh ke Gedebage tersebut terjadi pada tahun 1987.
Dalam pernyataan yang beredar di media sosial bahwa sekitar 200 meter di sebelah timur perlintasan Jalan Gedebage, ada bekas perhentian/halte Gedebage Baru yang dinonaktifkan karena KRD Bandung Raya sudah tak lagi melayani halte itu. Di haltenya hanya tersisa bekas tegel dan peron. Jadi dulunya dapat dikatakan Stasiun Gedebage melayani penumpang, meski juga terbuka kemungkinan adanya layanan kereta barang.
Selain itu nama ‘Gedebage’ ternyata dari hasil revisi di jaman perusahaan Jawatan Kereta Api. Sejak tahun 1884 hingga awal Mei 1931 sempat menggunakan nama Gedehbage, alih-alih kini menjadi Gedebage. Oleh karena itu, selama beberapa bulan di kantor pusat Jawatan Kereta Api sibuk merevisi nama-nama stasiun agar pelafalannya sama dengan yang digunakan oleh jawatan pos dan telegraf (Post- en Telegraafdienst). Salah satu yang diubah oleh mereka adalah Gedehbage menjadi Gedebage.
Kini Gedebage menjadi stasiun yang diminati warga Bandung bagian timur untuk melakukan perjalanan dengan kereta Commuter Line. Setelah peluncurannya pada 1 Juni 2023 kini Stasiun Gedebage memiliki bangunan yang megah dengan fasilitas lengkap serta keamanan dan kenyamanan bagi penumpang kereta api.
Jelajahi Terowongan Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Ini Dia Urutannya
