Inggris baru saja mencatatkan pencapaian luar biasa dalam ambisinya menuju transportasi bebas emisi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perkeretaapian negara tersebut, sebuah kereta api yang sepenuhnya ditenagai oleh baterai (tanpa bantuan mesin diesel atau kabel listrik aliran atas) telah resmi melayani penumpang.
Pengoperasian perdana ini menandai babak baru dalam upaya dekarbonisasi jaringan rel yang selama ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, terutama di jalur-jalur yang belum terelektrifikasi.
Kereta inovatif ini merupakan hasil konversi dari armada Class 230 yang digarap oleh perusahaan Great Western Railway (GWR). Dalam uji coba operasionalnya di jalur komuter Greenford di London Barat, kereta ini membuktikan bahwa teknologi baterai modern sudah cukup mumpuni untuk menangani rute penumpang yang sibuk. Dengan menyingkirkan mesin diesel tradisional, kereta ini tidak hanya menghilangkan emisi gas buang secara total, tetapi juga secara drastis mengurangi polusi suara yang selama ini menjadi keluhan bagi masyarakat di sekitar bantaran rel.
Desiro ML Cityjet Eco, Kereta Bertenaga Baterai Elektro-Hybrid dari Siemens Mobility
Keunggulan teknis dari kereta baterai GWR ini terletak pada efisiensi pengisian dayanya. Tidak seperti kendaraan listrik biasa yang membutuhkan waktu lama untuk mengisi baterai, kereta ini menggunakan teknologi pengisian daya cepat (Fast Charge) yang memungkinkan pengisian energi hanya dalam hitungan menit saat kereta berhenti di stasiun terminal. Hal ini memastikan jadwal perjalanan tetap terjaga tanpa harus menunggu lama untuk persiapan keberangkatan berikutnya.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi pemerintah Inggris yang menargetkan penghapusan seluruh armada kereta bertenaga diesel murni pada tahun 2040. Teknologi baterai dipandang sebagai solusi yang jauh lebih murah dan cepat dibandingkan harus membangun infrastruktur kabel listrik aliran atas (elektrifikasi) di seluruh jaringan rel yang panjang dan kompleks. Dengan adanya kereta baterai ini, jalur-jalur pedesaan atau jalur cabang yang sebelumnya dianggap tidak ekonomis untuk dielektrifikasi kini memiliki peluang untuk menjadi jalur hijau yang bersih.
Peluncuran ini bukan sekadar tonggak teknis, melainkan bukti nyata bahwa masa depan transportasi publik akan semakin ramah lingkungan. Jika teknologi ini terus dikembangkan dan diterapkan secara massal, wajah perkeretaapian Inggris akan berubah total: lebih senyap, lebih bersih, dan tetap andal dalam menghubungkan masyarakat. Langkah GWR ini kini menjadi sorotan dunia sebagai model bagaimana infrastruktur kereta api tua dapat dimodernisasi secara berkelanjutan demi menjaga kelestarian bumi.
London “Love The Tube” – 160 Tahun Kereta Bawa Tanah Pertama di Dunia
