Sejarah Stasiun Padang, Bangkit dari Kebutuhan Transportasi Batu Bara

Stasiun Padang tempo dulu

Jejak kolonial Belanda di Pulau Sumatera tak kalah kuat dari yang ada di Pulau Jawa, pun pada sektor perkeretaapian, Sumatera punya segudang cerita tentang kereta, seperti jalur kereta api di Sumatera Barat yang identik sebagai pengusung layanan transportasi batu bara.

Baca juga: Beroperasi Q1 2018, Kereta Bandara Minangkabau Adopsi Kereta Rel Diesel Listrik

Sumatera Barat, tepatnya di ibukota provinsinya yakni Padang, memiliki jalur kereta api dan stasiun yang bernama Padang atau biasa juga disebut dengan stasiun Simpang Haru. Ini lantaran Stasiun Padang atau Simpang Haru sendiri terletak di Jalan Stasiun No.1, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Padang, Sumatera Barat. Berada di ketinggian 8 meter dari permukaan laut dan masuk dalam Divisi Regional II Sumatera Barat.

Pembangunan stasiun ini sejalan dengan pembangunan kereta api dari kota Padang sampai Sawahlunto yang dimulai pada 6 Juli 1889 silam. Pembangunan ini juga berfungsi untuk memperlancar angkutan batu bara dari Sawahlunto ke pelabuhan Emmahaven atau sekarang disebut Teluk Bayur.

Stasiun Padang atau Simpang Haru

Diketahui pembangunan jalur kereta api ini dimulai dari jalur Pulau Aie di Muaro Padang menuju Padang Panjang. Kemudian diteruskan ke jalur Padang Panjang menuju Bukit Tinggi dan selesai tahun 1891, bersamaan dengan resmi dibukanya stasiun Padang.

Kemudian diteruskan dari Padang Panjang hingga Solok lalu jalur Solok menuju Muaro Kalaban dan Padang serta Teluk Bayur yang juga selesai di tahun 1892. Selain itu, dengan adanya stasiun ini juga berfungsi sebagai induk sekaligus pusat yang menjangkau dan membawahi seluruh stasiun di Sumatera Barat dikarenakan merupakan salah satu stasiun besar di kota Padang.

Baca juga: Mak Itam, Lokomotif Uap Legendaris Yang Jadi Ikon Wisata Sawahlunto

Stasiun ini setelah tidak lagi mengoperasikan pengiriman batu bara, kini melayani perjalanan penumpang kereta api Sibinuang sebanyak empat kali PP dan kereta wisata Dang Tuanku yang menuju ke Pariaman. Sempat mati jalur kereta api dari stasiun Padang menuju Pulau Aie, saat ini kembali diaktifkan untuk angkutan kereta api tujuan Bandara Internasional Minangkabau.

Diketahui kereta bandara yang akan melalui stasiun Padang akan datang pada Februari 2018 sebanyak satu train set dan dua lainnya menyusul pada Maret 2018 mendatang.