Saturday, February 21, 2026
HomeHot NewsSeoul Hidupkan Kembali Trem Setelah 58 Tahun: Transportasi Canggih Tanpa Kabel Atas

Seoul Hidupkan Kembali Trem Setelah 58 Tahun: Transportasi Canggih Tanpa Kabel Atas

Kota Seoul sedang bersiap menyaksikan peristiwa bersejarah dalam dunia transportasinya dengan kembalinya trem ke jalanan ibu kota Korea Selatan tersebut untuk pertama kalinya dalam hampir enam dekade. Pemerintah Metropolitan Seoul mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan infrastruktur utama untuk Jalur Wirye, sebuah proyek ambisius yang menandai kembalinya moda transportasi ini sejak terakhir kali beroperasi pada tahun 1968.

Namun, alih-alih menggunakan desain kuno yang bergantung pada jaringan kabel listrik di atas kepala (cateneries) yang seringkali mengganggu estetika kota, trem modern ini hadir dengan teknologi catenary-free yang jauh lebih bersih dan efisien.

Teknologi utama yang diusung oleh trem Jalur Wirye ini adalah penggunaan baterai berkapasitas besar yang dipasang di atap gerbong sebagai sumber daya utama. Inovasi ini memungkinkan trem beroperasi dengan mulus tanpa membutuhkan infrastruktur kabel udara yang rumit, sehingga menjaga keindahan visual kawasan perkotaan sekaligus menekan biaya konstruksi secara signifikan.

Dengan panjang jalur sekitar 5,4 kilometer, trem ini akan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan Stasiun Macheon di Jalur 5 dengan Stasiun Bokjeong (Jalur 8 dan Jalur Suin-Bundang) serta Stasiun Namwirye, yang diharapkan dapat mengurai kemacetan kronis di kawasan Kota Baru Wirye.

Keamanan dan aksesibilitas menjadi prioritas utama dalam operasional trem futuristik ini. Setiap rangkaian kereta dirancang dengan lantai rendah (low-floor) untuk memudahkan akses bagi lansia, pengguna kursi roda, dan penyandang disabilitas.

Selain itu, trem ini dilengkapi dengan teknologi keamanan tingkat tinggi berupa sistem peringatan tabrakan depan yang menggabungkan sensor radar dan kamera. Jika sensor mendeteksi hambatan di jalur dan pengemudi tidak memberikan respons, sistem akan secara otomatis mengaktifkan pengereman darurat. Untuk menjaga keselamatan di jalan raya, pemerintah kota juga akan mengerahkan petugas di 13 persimpangan dan 35 penyeberangan jalan di sepanjang rute selama masa uji coba.

Secara visual, trem ini tampil elegan dengan balutan warna ungu yang dipilih berdasarkan preferensi warga Seoul melalui pemungutan suara digital. Pilihan warna ini bukan tanpa makna, karena terinspirasi oleh Raja Onjo dari Kerajaan Baekje yang mendirikan ibu kota pertamanya di wilayah Wirye.

Fase uji coba skala besar dijadwalkan dimulai pada Februari 2026, dengan target operasional penuh pada akhir tahun. Kembalinya trem setelah 58 tahun ini bukan sekadar nostalgia transportasi masa lalu, melainkan simbol transformasi Seoul menuju mobilitas perkotaan yang lebih ramah lingkungan, aman, dan terintegrasi secara cerdas.

Hyundai Rotem Pamerkan Trem Next Generation Bertenaga Hidrogen di Busan

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru