Monday, January 19, 2026
HomeDaratSiap-Siap! Commuter Line Segera Beroperasi di Stasiun Probolinggo, Ini Detailnya

Siap-Siap! Commuter Line Segera Beroperasi di Stasiun Probolinggo, Ini Detailnya

Stasiun Probolinggo merupakan stasiun kereta api yang masuk kategori kelas I. Secara spesifik stasiun ini terletak di ketinggian +5 meter di Mayangan, Probolinggo, di mana daerah tersebut masuk dalam Daerah Operasi (Daop) 9 Jember. Stasiun ini sendiri adalah salah satu penghubung antara wilayah Banyuwangi dan Surabaya dan merupakan satu satunya stasiun yang melayani penumpang untuk wilayah Probolinggo.

Stasiun ini digadang-gadang merupakan tempat naik dan turun penumpang yang cukup banyak dari berbagai wilayah di Pulau Jawa. Tak heran semua kereta api yang melintasi Stasiun Probolinggo wajib berhenti termasuk kereta api tambahan. Meskipun melayani kereta api reguler atau jarak jauh, sayangnya Stasiun Probolinggo tidak sama sekali melayani kereta lokal atau Commuter Line. Padahal masyarakat sangat mengharapkan dengan dijalankan kereta lokal tersebut.

Namun, kabar yang beredar di berbagai laman media sosial bahwa Stasiun Probolinggo nantinya akan menghadirkan kereta Commuter Line. Ya, kereta lokal ini digadang-gadang akan diteruskan perjalanannya daei Stasiun Surabaya Kota hingga ke Stasiun Probolinggo. Kereta yang dimaksud adalah Commuter Line Supas (Surabaya – Paauruan).

Saat ini layanan Comnuter Line Supas hanya berakhir sampai Stasiun Paauruan. Tarif yang dikenakan Commuter Line Supas ini adalah Rp6.000. Ternyata rencana perpanjangan rute kereta ini hingga ke Probolinggo dirasa perlu. Karena desakan kebutuhan masyarakat yang bekerja dari Probolinggo ke Surabaya, atau sebaliknya. Selain itu, usulan rute ini diharapkan meningkatkan wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Probolinggo menggunakan moda transportasi tersebut.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan sejak mengoperasikan layanan Commuter Line di wilayah Jawa Timur pada 2022, pihaknya terus mendukung pengembangan layanan perkeretaapian, khususnya di kawasan Surabaya dan sekitarnya. “Dengan adanya penambahan lintas layanan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat di wilayah Jawa Timur,” ujar Karina.

Selain itu, sebagai pintu gerbang Gunung Bromo banyak wisatawan lokal maupun internasional yang turun di Stasiun Probolinggo. Potensi yang sangat menguntungkan ini tidak hanya bagi perkeretaapian tapi juga bagi masyarakat karena pembiayaan kereta commuter yang di subsidi pemerintah pusat sangat ekonomis.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkerteaapian (DJKA) akan mendukung terkait penyesuaian izin operasi, izin lintas pelayanan, dan juga penambahan penyesuaian terhadap alokasi anggaran subsidi (PSO), serta perlu adanya revisi keputusan menteri terkait dengan tarif dan juga perjalanan kereta api.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan KAI Commuter, rencana ini disambut sangat positif oleh masyarakat. Tingkat keinginan masyarakat di Probolinggo untuk menggunakan layanan Commuter Line mencapai 100%. Potensi akuisisi pengguna di Stasiun Probolinggo diprediksi mencapai 304 orang per hari.

Dari sisi prasarana, Stasiun Probolinggo saat ini memiliki 4 jalur pelayanan dan 2 jalur stabling. Beberapa perbaikan fasilitas penunjang juga akan direncanakan untuk dilakukan, seperti penambahan kanopi area peron, perluasan ruang tunggu pengguna, serta penambahan petugas operasional seperti petugas loket, pengamanan, dan kebersihan untuk memastikan pelayanan prima bagi pengguna.

Tentunya, DJKA bersama dengan KAI Commuter juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo guna mewujudkan integrasi transportasi lokal sebagai transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.

Stasiun Probolinggo, Dahulu Sempat Jadi Jalur Trem Uap

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru