Tuesday, May 12, 2026
HomeAnalisa AngkutanSolusi Sinyal Putus di Terowongan: Kereta Cepat Taiwan Investasi Rp1 Triliun untuk...

Solusi Sinyal Putus di Terowongan: Kereta Cepat Taiwan Investasi Rp1 Triliun untuk Koneksi Fiber Optik

Menempuh perjalanan dengan kereta cepat seringkali terganggu oleh hilangnya koneksi internet saat rangkaian memasuki terowongan. Memahami keluhan penumpang tersebut, operator Kereta Cepat Taiwan (THSR) melakukan gebrakan teknologi besar-besaran untuk memastikan penumpang tetap bisa streaming video hingga melakukan rapat daring tanpa gangguan di sepanjang jalur 350 kilometer.

Bekerja sama dengan raksasa telekomunikasi seperti Chunghwa Telecom, Taiwan Mobile, dan Far EasTone, proyek ambisius senilai NT$ 2 miliar atau sekitar Rp 1 triliun (kurs saat ini) mulai digulirkan. Fokus utamanya adalah memodernisasi infrastruktur komunikasi di 52 titik terowongan dan jalur bawah tanah yang selama ini menjadi titik lemah sinyal.

Pembaruan teknis ini melibatkan penggantian lebih dari 369 unit frequency repeater yang sudah berusia satu dekade dengan teknologi terbaru berbasis penguat sinyal serat optik (fiber-optic signal amplifiers). Total perangkat yang terpasang nantinya akan membengkak hingga lebih dari 2.200 unit.

Perbedaan mendasar dari pembaruan ini terletak pada media transmisinya. Jika kabel jaringan konvensional menggunakan listrik, teknologi serat optik menggunakan cahaya. Hal ini memungkinkan transmisi data yang jauh lebih cepat, kapasitas bandwidth lebih besar, serta lebih stabil menghadapi gangguan interferensi di ruang sempit seperti terowongan.

Jalur kereta cepat Taiwan memiliki tantangan geografis yang cukup berat, di mana sekitar 68 kilometer atau 19 persen dari total lintasannya berada di bawah tanah atau di dalam terowongan. Area inilah yang selama ini membuat koneksi internet penumpang tidak stabil.

Berdasarkan uji coba teknis yang dilakukan pada Februari lalu, penggunaan penguat sinyal fiber optik ini terbukti meningkatkan cakupan sinyal secara signifikan. Kabar baiknya, peningkatan konektivitas di jalur bawah tanah antara Nangang hingga Banqiao ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Sementara itu, seluruh jalur kereta cepat Taiwan diproyeksikan akan bebas blank spot pada tahun 2027 mendatang.

Investasi besar yang dikucurkan Taiwan ini menunjukkan bahwa aspek kenyamanan digital kini menjadi standar baru dalam layanan transportasi premium. Dengan rampungnya proyek ini, penumpang THSR tidak akan lagi merasakan putusnya panggilan telepon atau buffering saat menonton video, bahkan ketika kereta sedang melesat menembus terowongan di perut bumi.

Kembangkan Layanan Kereta Cepat, Taiwan High Speed Rail Gandeng Hitachi dan Toshiba

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru