Sunday, February 22, 2026
HomeAnalisa AngkutanTak Sekadar Warna, Stasiun Layang di ‘Red Line’ Ini Memiliki Makna Unik...

Tak Sekadar Warna, Stasiun Layang di ‘Red Line’ Ini Memiliki Makna Unik Tersendiri

Jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tentu menyimpan keunikan tersendiri pada masing-masing jalur. Apalagi berbagai stasiun yang disinggahi KRL memiliki ciri khas tersendiri yang membuat masyarakat tentu mengetahuinya. Seperti pada stasiun-stasiun jalur KRL yang berada di jalur Bogor – Jakarta.

Jalur KRL Bogor – Jakarta atau biasa disebut Red Line ini merupakan jalur tertua yang terhubung menuju Sukabumi hingga Kota Bandung. Stasiun Bogor merupakan batas akhir dari perjalanan KRL begitu pun hingga Stasiun Jakarta Kota. Selama di jalur tersebut berbagai bangunan stasiun yang memiliki ciri khas tersendiri. Mulai dari bentuk bangunan hingga ciri khas warna stasiun tersebut.

Mendekati kawasan Jakarta Pusat jalur KRL berada pada jalur layang dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Jayakarta. Nah, sebelum Stasiun Manggarai dibuat jalur layang, Stasiun Cikini yang terlebih dahulu mengawali pembangunan stasiun layang.

Pada masa awal pembangunannya, jalur kereta api dikembangkan secara bertahap. Setelah Batavia, jalur diperluas menuju wilayah seperti Jatinegara, Jayakarta, hingga Bandung, lalu diteruskan ke Surabaya.

Jalur ini menjadi salah satu urat nadi penting mobilitas di Pulau Jawa. Tak heran jika pembangunan kereta api pada masa itu dianggap sebagai proyek besar yang menandai kemajuan infrastruktur kolonial.

Jalur KRL Bogor – Jakarta Kota melewati jalur layang yang diresmikan tahun 1992, dikutip dari akun Instagram commuterline. Rute ini melewati Stasiun Cikini, Gondangdia, Juanda, Sawah Besar, Mangga Besar, dan Jayakarta hingga sampai di Jakarta Kota.

Ciri khas stasiun-stasiun lama dapat dikenali dari desain bangunannya yang kokoh dan penggunaan warna-warna tertentu. Warna-warna ini bukan sekadar estetika, tetapi juga memiliki fungsi praktis, yakni membantu penumpang tetap waspada dan tidak mengantuk. Warna biru, merah, dan kombinasi lainnya digunakan sebagai penanda visual yang mudah dikenali, terutama pada masa ketika perjalanan kereta masih memakan waktu panjang.

Berikut nama-nama di stasiun layang yang mempunyai beraneka warna dan memiliki makna yang dirangkum dari laman Detik:

• Stasiun Cikini
Dinding berwarna cokelat ini bukan sekadar estetika tanpa makna namun melambangkan elegansi, kehangatan, kegembiraan, dan energi. Stasiun di Cikini, Jakarta Pusat ini juga menggunakan kombinasi keramik abu-abu dari lobi hingga tangganya.

• Stasiun Gondangdia
Stasiun Gondangdia dengan warna kuning telur pada dinding, keramik lantai, hingga tangganya. Warna kuning cerah dipadukan dengan abu-abu di lantai stasiun sebagai kombinasi sekaligus menegaskan kesan positif. Semangat ini diharapkan ada pada tiap penumpang KRL, meski harus berjibaku dengan padatnya KRL dan waktu tempuh tidak sebentar.

• Stasiun Juanda
Menyajikan pemandangan serba biru langit mulai dari peron, tangga lobi, hingga pintu keluar berbeda dengan stasiun sebelumnya. Untuk lantai, Stasiun Juanda menggunakan keramik warna abu-abu putih yang tak sama dengan dinding. Dikutip dari Instagram @commuterline, warna biru pada dinding Stasiun Juanda memberikan kesan ketenangan, kedamaian, dan kesejukan bagi para pengguna.

• Stasiun Sawah Besar
Warna yang sama digunakan untuk lantai yang dipadukan dengan keramik warna abu-abu. Warna ungu di Stasiun Sawah Besar memberikan kesan lembut dan nyaman dilihat penumpang. Terkait mobilitas penumpang, stasiun menyediakan empat tangga dengan masing-masing punya 52 anak tangga, serta dua eskalator untuk naik dan turun.

• Stasiun Mangga Besar
Warna oranye di stasiun ini memberi kesan cerah, modern, dan energik yang diharapkan bisa dirasakan para penumpang KRL. Dinding Stasiun Mangga Besar dilapisi keramik oranye, dan di samping jendelanya diletakkan tanaman hias yang menambah kesan elegan. Lantainya berwarna cokelat, berjajar dari pintu masuk hingga keluar dengan 42 anak tangga.

• Stasiun Jayakarta
Ciri khas stasiun ini adalah penggunaan panel warna pink dan kuning muda pada bangunannya. Warna merah muda begitu mendominasi, hingga Stasiun Jakarta sekilas seperti serba pink.

Stasiun Jayakarta yang terletak di Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat ini bernuansa modern dengan warna yang tak pernah diubah sejak awal berdiri. Jayakarta dilengkapi dengan empat tangga untuk naik turun penumpang dari peron, masing-masing terdiri atas 47 anak tangga.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru