Tambah Trainset, Kemenhub: Dua Pekan Evaluasi LRT Palembang

0
Penumpang berjalan di emergency walkway LRT Palembang (detik.com)

Light Rail Transit (LRT) Palembang yang sudah beroperasi saat ini tengah menunggu kedatangan satu trainset terakhir yang seharusnya tiba di Palembang pada 26 November 2018 kemarin. Sehingga nantinya akan ada delapan trainset dimana salah satunya akan menjadi cadangan dan beradai di Depo Jakabaring.

Baca juga: Plafon Stasiun Roboh Diterpa Angin Kencang, Kepala Proyek LRT Palembang: “Mampu Menahan Angin 91 km Per Jam”

Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam waktu dekat akan ditambahkan satu trainset lagi. Ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan, headway yang lebih pendek, kapasitas penumpang yang lebih banyak dan waktu operasional yang lebih panjang. Kehadiran satu trainset tersebut, Budi meminta Dinas Perhubungan setempat untuk mengatur kembali operasional LRT dengan angkutan pengumpan atau feeder yang sudah ada.

“Saya juga menyampaikan kepada Kadishub untuk melihat feeder-feeder itu secara lebih maksimal dan mengurangi kompetisi angkutan lain yang sejajar dengan LRT. Perlu dilakukan pengaturan bagaimana LRT ini menjadi suatu angkutan jangkar atau utama, yang menghubungkan bandara sampai ke Jakabaring, sedangkan (angkutan umum) yang lain jadi feeder,” yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.

Tak hanya itu, Budi Karya juga memberikan waktu dua minggu untuk evaluasi perkembangan proyek LRT Palembang. Adanya ini karena Budi Karya mengataan, proyek LRT belum sepenuhnya rampung dan penyempurnaan belum usai sehingga mendapat perhatian khusus dari Kemenhub.

Adapun yang dievaluasi yang dilakukan adalah comisioning LRT dimana memastikan semua sistem dan komponen bangunan sudah dirancang, dipasang, diuji, dioperasikan dan dipelihara sesuai dengan persyaratan operasional.

“LRT dalam skala project angkutan massal, dibutuhkan waktu tertentu yaitu waktu konstruksi dan comisioning. Saat Asian Games memang dipercepat. Kita masih melakukan comisioning dan pekerjaan konstruksi di beberapa tempat,” ujar Budi Karya.

Dia menambahkan, saat ini kecepatan, jarak waktu dan headway LRT belumlah maksimal. Tak hanya itu feeder LRT juga harus berjalan seiring.

Baca juga: Bayar Tiket LRT Palembang, Per 1 Desember 2018 Bisa Gunakan Kartu Uang Elektronik

“LRT ini menjadi angkutan jangkar utama yang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju ke kawasan Jakabaring di Seberang Ulu. Harapan kita nanti akan lebih cepat, headway lebih pendek, kapasitas lebih banyak,” tambahnya.

Budi Karya menambahkan, waktu operasi juga lebih panjang dari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dan okupansi semaksimal mungkin sekisar 80 persen hingga 90 persen. Saat ini, LRT Palembang sudah beroperasi. LRT tersebut menjadi yang pertama di Indonesia itu dan sudah menjadi gaya hidup baru masyarakat metropolis.

Leave a Reply