Monday, April 13, 2026
HomeAnalisa AngkutanTarif "Getok Harga" di KLIA: Sopir Taksi Ditahan Setelah Tagih Penumpang Rp420...

Tarif “Getok Harga” di KLIA: Sopir Taksi Ditahan Setelah Tagih Penumpang Rp420 Ribu untuk Antar Terminal

Pusat transportasi udara utama Malaysia, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), baru-baru ini digemparkan oleh aksi tidak terpuji salah satu oknum pengemudi transportasi. Seorang sopir dilaporkan telah ditahan oleh pihak berwenang setelah kedapatan memeras penumpang dengan tarif yang sangat tidak masuk akal untuk perjalanan singkat antar terminal. Kasus ini memicu gelombang kemarahan publik setelah terungkap bahwa sang penumpang ditagih sebesar RM80 (sekitar Rp260.000 hingga Rp420.000-an tergantung kurs) hanya untuk berpindah dari Terminal 1 ke Terminal 2.

Kejadian ini bermula ketika seorang penumpang yang baru saja tiba di KLIA Terminal 1 membutuhkan transportasi cepat menuju Terminal 2. Jarak antara kedua terminal ini sebenarnya sangat dekat dan biasanya dapat ditempuh dengan biaya minimal melalui layanan resmi seperti KLIA Ekspres atau bus antar-jemput. Namun, penumpang tersebut justru terjebak oleh tawaran oknum sopir yang kemudian mematok tarif berkali-kali lipat dari harga normal di akhir perjalanan.

Tidak tinggal diam, penumpang yang merasa dirugikan tersebut segera melaporkan insiden ini kepada pihak keamanan bandara dan kepolisian setempat. Menanggapi laporan tersebut, otoritas transportasi darat Malaysia (APAD) bersama kepolisian bergerak cepat melakukan pelacakan. Hasilnya, sopir tersebut berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait pelanggaran izin operasional dan praktik pemerasan terhadap pengguna jasa bandara.

Pihak pengelola bandara dan otoritas keamanan Malaysia menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi praktik “getok harga” yang merusak citra pariwisata negara tersebut. Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pengemudi lain agar mematuhi struktur tarif yang telah ditetapkan secara resmi. Otoritas juga mengimbau kepada para pelancong, baik domestik maupun internasional, untuk selalu menggunakan layanan transportasi resmi atau aplikasi penyedia jasa transportasi yang memiliki transparansi harga guna menghindari modus penipuan serupa.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para penumpang untuk lebih waspada dan tidak ragu melaporkan segala bentuk ketidakwajaran tarif kepada petugas bandara. Kecepatan tindakan aparat dalam menangkap pelaku dalam kasus ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kembali bagi para pengguna jasa di salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara tersebut.

Kekacauan di Bandara Kuala Lumpur: Ribuan Penumpang Terdampar Akibat Gangguan Listrik dan Sistem Bagasi

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru