Sebagai kereta api istimewa karena memiliki fasilitas yang nyaman dan lebih baik, tentu sudah menjadi prioritas utama bagi masyarakat yang menginginkan selama di perjalanan. Meskipun sebagai kereta api reguler, namun keunggulan kereta api tersebut menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang tentu sebagai pelanggan setia.
Selain dari segi kenyamanan yang sudah ternilai oleh masyarakat yang seringkali mencoba perjalanan kereta api tersebut, tentu dari segi jarak juga merupakan suatu unggulan yang sudab dimiliki kereta api di Indonesia. Ya, baik terdekat maupun jarak paling jauh ternyata sudah dimiliki di PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Meskipun memiliki perjalanan kereta api paling jauh, namun kenyamanan dan pelayanannya tak jauh berbeda dengan kereta api kelas eksekutif lainnya.
Ya, ternyata KAI telah memiliki rute perjalanan kereta api terjauh yang tentu berada di lintas Pulau Jawa, yaitu Kereta Api (KA) Pandalungan dengan rute Gambir – Jember pulang pergi. Padahal diketahui sebelumnya, rute atau jarak perjalanan kereta api terjauh sempat pecah rekor oleh KA Gajayana rute Gambir – Malang pulang pergi.
KA Pandalungan memiliki panjang rute 919 kilometer (km) dari Stasiun Jember ke Stasiun Gambir. Sedangkan KA Gajayana panjang rutenya 907 km dari Stasiun Kota Baru Malang ke Stasiun Gambir Jakarta. Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan KA Pandalungan tentu belum begitu mengetahui bahwa kereta api yang dinaikinya adalah kereta api satu-satunya dengan rute terpanjang.
Diketahui KA Pandalungan resmi diluncurkan pada 1 Juni 2023, bertepatan dengan mulai diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2023. KA Pandalungan membawa 8 kereta eksekutif dengan kapasitas 400 tempat duduk.
KAI mengungkapkan alasan di balik penamaan KA Pandalungan. Nama KA Pandalungan diambil dari nama sub suku yang mendiami daerah Tapal Kuda di Jawa Timur. Dilansir dari laman Kemendikbud Ristek, secara etimologis kata Pandalungan berasal dari bahasa Jawa. Pandalungan berasal dari bentuk dasar kata “dhalung” dalam bahasa Jawa yang artinya periuk besar.
Dengan layanan eksekutif, kereta ini tidak hanya memecahkan rekor jarak tempuh terpanjang, tapi juga merupakan KA perdana dengan rute Jember-Gambir pulang-pergi. Melalui kehadiran KA Pandalungan, masyarakat yang berangkat dari Jakarta untuk menuju wilayah Jember tidak perlu lagi membeli tiket tujuan Stasiun Surabaya dan selanjutnya harus berpindah KA untuk menuju Stasiun Jember.
Pasalnya, untuk menuju wilayah Jember kini sudah bisa memilih KA Pandalungan dari Stasiun Gambir yang memiliki relasi stasiun akhir di Stasiun Jember dengan kepastian jadwal, waktu tempuh yang efisien dan kenyamanan sepanjang perjalanan.
Sebelumnya, awal KA Pandalungan beroperasi sempat menjadi kereta api dengan perjalanan fakultatif yang beroperasi tiap akhir pekan. Namun kini masyarakat pun sudah bisa memilih kereta api Jakarta – Jember pulang pergi ini bisa dipesan kapan saja. KA Pandalungan sudah beroperasi setiap hari.
Stasiun pemberhentian KA Pandalungan antara lain pada Stasiun Gambir, Stasiun Jatinegara, Stasiun Cikarang, Stasiun Terisi, Stasiun Jatibarang Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, Stasiun Pekalongan, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Ngrombo, Stasiun Cepu, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Lamongan, Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Wonokromo, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Bangil, Stasiun Pasuruan, Stasiun Probolinggo, Stasiun Tanggul, Stasiun Malasan, dan Stasiun Jember.
Untuk jadwal KA Pandalungan sebagai berikut:
• Berangkat Gambir: 19:55 WIB – tiba Jember: 09:00 WIB
• Berangkat Jember: 16:00 WIB – tiba Gambir: 04:30 WIB
Tentunya bisa melakukan pembelian tiket KA Pandalungan yang dapat dilakukan sejak H-30, melalui aplikasi KAI Access, web kai.id, atau kanal eksternal resmi yang bekerja sama dengan KAI.
Inovasi Baru, Ternyata Ini Alasan KAI Membuat Kereta Petani dan Pedagang
