Ternyata! Penggunaan Garbarata Penuh Perhitungan dan Terjadwal

Sumber: istimewa

Walaupun kerap kali terlihat mejeng di area bandara, namun tidak jarang juga kita melihat tangga penghubung ruang tunggu dan pintu pesawat ini tak digunakan. Ya, garbarata memang tidak melulu digunakan oleh pihak bandara sebagai media untuk memasukkan penumpang ke dalam pesawat. Jika tidak selalu digunakan, lalu kapan salah satu infrastuktur tambahan yang menandakan kemajuan suatu bandara ini dipakai? Apakah hanya orang-orang penting saja yang diperbolehkan untuk menggunakannya?

Baca Juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, mantan Public Relation Manager Angkasa Pura II, Chaerul Anwar mengatakan bahwa jarangnya penggunaan garbarata ini dikarenakan oleh keterbatasan parking stand. Tidak hanya itu, Chaerul juga menambahkan bahwa setiap maskapai memiliki jadwalnya sendiri untuk menggunakan fasilitas pelengkap penerbangan tersebut.

“Misalnya di Soekarno Hatta, garbarata sudah terjadwal untuk pesawat domestik maupun mancanegara. Ketika garbarata itu kosong tidak digunakan, pasti dalam waktu dekat ada pesawat lain akan datang menggunakan gabarata yang telah dijadwalkan,” ungkap Chaerul, dikutip dari laman NationalGeographic.co.id. Dengan kata lain, penggunaan garbarata tidak bisa sembarangan karena dikhawatirkan akan mengganggu operasional di lapangan.

Kehadirannya jelas berpengaruh kepada kenyamanan dan pelayanan kepada para penumpang. Tentu penumpang akan merasa lebih nyaman menggunakan garbarata ketimbang harus turun menuju tarmac lalu diantarkan menggunakan bus ke pintu pesawat. “Kita tetap usahakan untuk kenyamanan penumpang. Walaupun tak dapat garbarata, tetap disediakan bus untuk ke pesawat,” sambungnya, dilansir dari sumber berbeda.

Selain memberikan kenyamanan lebih kepada para penumpang, hadrinya garbarata juga dapat menanggulangi cuaca buruk yang sedang terjadi di luar sana. Dapat dibayangkan jika kondisi cuaca sedang hujan besar dan tidak ada garbarata yang dapat menyambungkan ruang tunggu penumpang dan pintu pesawat, tentu penumpang akan menggunakan payung menuju atau dari pintu pesawat. Tidak menutup kemungkinan contoh kasus seperti ini akan berimbas buruk pada pencitraan bandara bersangkutan.

Dalam kasus penggunaan garbarata ini, pihak Angkasa Pura I dan II selaku operator bandara di Indonesia memegang andil besar dalam menentukan jadwal penggunaan garbarata. Pertama, pihak Angkasa Pura akan menerima jadwal penerbangan dari seluruh maskapai yang ada di suatu bandara, lalu mereka akan menentukan parking stand dan maskapai mana saja yang dapat menggunakan fasilitas garbarata ini.

Baca Juga: Ceroboh, Pramugari Ini Jatuh ke Tarmak dan Alami Patah Tulang

Chaerul melanjutkan bahwa peraturan tentang penggunaan garbarata ini tidak hanya berlaku di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, penggunaan garbarata pun tidak bisa sembarangan, karena ukuran dan letak pintu setiap pesawat berbeda-beda. “Jika jembatan penyebrangan penumpang (garbarata) tidak dipasang dengan benar, dikhawatirkan akan mengganggu jadwal penerbangan, dan kemungkinan terburuknya adalah bisa menyebabkan kecelakaan yang merusak pesawat,” ungkap Direktur ST Engineering – NTU Corporate Lab., Paul Tan.