Kereta api sudah tentu menjadi perjalanan paling digemari masyarakat, baik perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh. Apalagi pengguna setia kereta api sudah b8sa menentukan, kereta api apa yang biasa mereka naik dan rasakan menuju ke kota tujuan. Terlebih, hingga kini banyak rute kereta api yang mencapai kota tujuan dengan volume penumpang lebih banyak.
Salah satunya adalah Kereta Api (KA) Purwojaya. Kereta api ini adalah satu-satunya melayani dari Ibukota Jakarta menuju Kota Cilacap, Jawa Tengah maupun sebaliknya. Ya, KA Purwojaya memiliki rangkaian full eksekutif yang membawa penumpang ke tujuan beberapa kota yang disinggahi.
Selain itu, suasana perjalanan menuju jalur selatan Jawa semakin hidup di sepanjang awal 2026. Apalagi KA Purwojaya saat ini merupakan salah satu kereta api yang terlihat menonjol dengan relasi Gambir – Kroya – Cilacap pp. yang mencatat pertumbuhan pelanggan cukup tinggi dalam empat bulan pertama tahun ini.
Maka tak heran, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat, selama Januari hingga April 2026, KA Purwojaya melayani 149.400 penumpang atau meningkat 70,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 87.631 penumpang. Dari data tersebut terlihat bahwa pengguna KA Purwojaya meningkat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tren tersebut memperlihatkan meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan jarak jauh yang nyaman dan praktis, terutama untuk relasi Jakarta menuju wilayah selatan Jawa. Sama halnya seperti pada rute kereta api lainnya, yang singgah di beberapa kota besar di Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Namun, kembali lagi KA Purwojaya merupakan perjalanan satu-satunya eute Jakarta – Cilacap pp.
Selain menjadi satu-satunya layanan kereta api kelas eksekutif yang melayani perjalanan langsung antara Cilacap dan Gambir, bagi masyarakat Cilacap, Banyumas, hingga Kroya, kereta api ini sudah lama menjadi pilihan utama untuk perjalanan menuju Jakarta karena menawarkan perjalanan langsung tanpa perpindahan kereta api.
Peningkatan pelanggan tersebut juga tumbuh seiring berkembangnya aktivitas masyarakat di wilayah Banyumas dan Cilacap. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor transportasi dan pergudangan di Jawa Tengah pada Triwulan I 2026 tumbuh 9,24 persen secara tahunan (year on year), menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi di wilayah tersebut.
Pertumbuhan ini didorong meningkatnya mobilitas antardaerah, aktivitas ekonomi, serta perjalanan wisata masyarakat di berbagai kota jalur selatan Jawa. Selain menjadi jalur mobilitas masyarakat, relasi KA Purwojaya juga terhubung dengan berbagai destinasi wisata di selatan Jawa Tengah. Dari Purwokerto, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Baturraden di kaki Gunung Slamet. Sementara dari Cilacap, wisatawan bisa menikmati Pantai Teluk Penyu, Benteng Pendem, Segara Anakan, hingga suasana kota pesisir yang identik dengan kuliner seafood dan udara pantai selatan.
Dari pengalaman masyarakat yang menggunakan KA Purwojaya, tentunya memiliki suasana yang lebih santai karena melintasi area persawahan, perbukitan, hingga pegunungan khas jalur selatan. Sementara itu, banyak juga penumpang yang memanfaatkan perjalanan malam untuk beristirahat sebelum tiba di kota tujuan pada pagi hari.
Diketahui bahwa KA Purwojaya mulai beroperasi sejak 13 Maret 1995 dan kini menjadi kereta kebanggaan Daerah Operasi 5 Purwokerto. Nama Purwojaya berasal dari gabungan Purwokerto dan Jayakarta yang merepresentasikan konektivitas kuat antara wilayah selatan Jawa dan Jakarta.
Dengan antusias penumpang yang terus meningkat, KA Purwojaya memperlihatkan bahwa jalur selatan Jawa masih menjadi salah satu koridor perjalanan favorit masyarakat untuk menikmati akhir pekan dengan suasana perjalanan yang lebih nyaman dan berkesan.
