Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Sumber: japantimes.co.jp

Sehubungan dengan maraknya aksi kriminal dan vandalisme di jaringan perkeretaapian Jepang belakangan ini, maka salah satu operator kereta di Negeri Sakura East Japan Railways Co. (JR East) mengaku akan mempercepat proses pemasangan kamera pengawas di sejumlah armadanya. Kendati pemasangan kamera tidak bisa mencegah tindakan kriminal secara langsung, namun diharapkan para pengguna layanan tersebut dapat merasakan keamanan lebih.

Baca Juga: Antisipasi Bencana Alam, Tiga Operator Shinkansen Gunakan Sistem Keselamatan Baru!

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (3/7/2018), sang operator mengutarakan bahwa selain mempercepat, mereka juga memperluas rencana pemasangan kamera pengawas ini. Itu menunjukkan bahwa akan ada semakin banyak armada shinkansen dan layanan kereta lokal lain yang memiliki kamera pengawas di dalamnya.

“Akan ada 8.300 gerbong layanan komuter dan 200 gerbong bullet train yang dipasangi kamera pengawas,” ujar salah satu juru bicara dari JR East. Jauh sebelumnya, pihak operator mengatakan bahwa pada pemasangan instumen ini akan dimulai pada awal tahun 2018 dan rute pertama yang akan dipasangi kamera ini adalah Yamanote Tokyo Line. Tidak hanya di jalur tersebut, kamera pengawas juga secara otomatis akan terpasang di beberapa armada JR East yang baru.

Selain di dalam gerbong penumpang, JR East uga berencana untuk memasang kamera ini di kabin masinis, sehubungan dengan beberapa insiden kerusakan alat dan pencurian yang terjadi dalam kurun beberapa waktu ke belakang. “Kurang lebih sebanyak 2.500 kabin masinis akan kami pasangkan kamera, terutama yang mengular di wilayah Ibukota,” tutur sang juru bicara. “Sementara di setiap rangkaian layanan komuter akan dipasangkan sekitar delapan kamera pengawas,” imbuhnya.

Berkaca pada insiden penusukan yang terjadi pada bulan Juni kemarin, sudah sewajarnya jika JR East ingin memperbaiki sistem keamanan dan menambahkan perangkat semacam kamera pengawas untuk menjamin keamanan dari para penumpangnya. Dalam insiden tersebut, seorang penumpang membuat onar di dalam layanan bullet train dengan menggunakan sebilah golok yang berujung pada tewasnya seorang penumpang pria dan melukai dua penumpang lainnya.

Baca Juga: JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors?

Belum lagi insiden berdarah lainnya yang terjadi pada tahun 2015 silam, dimana seorang penumpang meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan membabi buta yang dilakukan oleh salah seorang penumpang layanan bullet train.

Berkaca pada dua kejadian di atas, satu pertanyaan yang tidak kalah pentingnya muncul. Perlukah jaringan perkeretaapian Jepang ‘mempekerjakan’ mesin pendeteksi metal seperti yang sering dijumpai di bandara?