Monday, May 25, 2026
HomeHot NewsUji Coba KRL 12 SF Lintas Rangkasbitung Terjadi Kendala, Ternyata Ini Penyebabnya

Uji Coba KRL 12 SF Lintas Rangkasbitung Terjadi Kendala, Ternyata Ini Penyebabnya

Masyarakat Jabodetabek melakukan aktivitas tentu menginginkan transportasi yang nyaman dan praktis. Seperti pada layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Ya, di berbagai jalur yang terkenal dengan banyaknya pengguna KRL bahkan tingginya animo masyarakat yang menggunakannya sudah terbiasa dengan angkutan massal ini. Selain di jalur Bogor maupun Bekasi, tingginya masyarakat pengguna KRL juga terlihat pada jalur Rangkasbitung.

Tentu saja lintas antara Tanah Abang hingga Rangkasbitung maupun sebaliknya telah digunakan masyarakat sejak saat elektrifikasi masuk di jalur tersebut. Apalagi dengan banyaknya perjalanan KRL, masyarakat bisa menyesuaikan jadwal dan waktu kedatangan di berbagai stasiun yang dilewati. Walaupun perjalanan KRL cukup banyak, namun di setiap rangkaian hanya beroperasi paling banyak hanya 10 SF (Stamformasi) saja.

Disaat itulah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menjawab keinginan masyarakat sebagai pengguna setia Commuter Line khususnya di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung maupun sebaliknya untuk menambah SF seperti pada jalur Bogor dan Bekasi/Cikarang. Mengingat jalur Rangkasbitung sudah semakin padat akan penumpang. Apalagi sudah ada Stasiun Jatake yang telah diresmikan agar penumpang dengan mudah mengakses perjalanan KRL.

Menurut Direktur Utama PT KCI Mochamad Purnomosidi mengatakan, tengah menguji coba rangkaian KRL 12 SF rute Tanah Abang – Rangkasbitung. Selama perjalanan uji coba tersebut berjalan aman seperti biasa. Namun sangat disayangkan di tengah perjalanan KRL tersebut mengalami kendala akibat persoalan daya listrik. Meski begitu, uji coba KRL 12 gerbong di jalur tersebut masih terus berlangsung.

Saat ini permasalahan kelistrikan tersebut, KCI masih mengkaji kembali dan mengecek sejumlah gardu listrik yang berada di jalur tersebut. Tentunya, KCI akan mengoperasikan rangkaian KRL 12 SF di jalur yang sama apabila hasil uji coba dinyatakan berhasil dan tidak terjadi kendala baik dari kelistrikan maupun kendala lainnya.

Purnomo mengungkapkan, dalam uji coba yang masih berlangsung tersebut ditemukan sejumlah gardu listrik di jalur Rangkasbitung yang belum cukup kuat untuk menunjang operasional KRL dengan 12 SF tersebut. Saat pengujian dilakukan, beberapa gardu listrik mengalami trip atau mati.

Tentunya KCI sendiri tak tinggal diam begitu saja, solusi terbaik agar masyarakat bisa merasakan KRL dengan rangkaian 12 SF pun harus ditemukan. Saat ini KCI masih terus mencari solusi agar percobaan perjalanan 12 gerbong KRL jalur Rangkasbitung bisa lancar. Alternatif solusi yaitu bisa dengan menambah daya listrik atau mengubah pengaturan pada gardu listrik.

Ke depannya tentu uji coba rangkaian KRL 12 SF tersebut dilakukan untuk mengatasi kepadatan penumpang di rute Tanah Abang – Rangkasbitung. Purnomo mengakui pertumbuhan jumlah penumpang di jalur tersebut sangat tinggi. Artinya PT KAI dan PT KCI berkomitmen bagaimana bisa memberikan yang terbaik buat penumpang supaya terwujud.

Sebelumnya jenis KRL yang diuji coba menggunakan rangkaian yang sudah ada, yakni seri kereta 205. KRL 12 SF yang diuji coba pun selalu berhenti di stasiun dan terlihat sejumlah petugas tampak memeriksa rangkaian KRL dari sisi luar dan dalam. Petugas lainnya, juga tampak mengukur jarak gerbong paling ujung depan dengan ujung peron kereta. Setelah di uji coba, selanjutnya masih ada evaluasi bertahap yang akan dilakukan. Alasannya, supaya memastikan prasarana pendukung tersebut dapat mengakomodir untuk pengoperasian Commuter Line dengan stanformasi 12 SF.

Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru