Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

South African Airways (SAA) melakukan peninjauan kembali terhadap proses penyetelan sabuk pengaman setelah mendapat hujatan dari penumpang karena dianggap gagal memberikan sabuk pengaman (seatbelt) yang cocok bagi penumpang obesitas. Peninjauan kembali ini karena seorang frequent flyer bernama Kabelo Seitei yang tinggal di Pretoria menaiki pesawat di Cape Town Agustus 2016 lalu dan meminta awak kabin untuk menambahkan sabuk pengaman. Sayangnya, sampai pesawat sudah berada di landasan pacu dan hendak lepas landas, awak kabin belum juga mendapatkannya.

Namun, setelah setengah jam, petugas dengan perpaduan seragam jingga terang menyusuri lorong pesawat dan berhenti di baris ke 28 untuk “mengikat” Seitei. Dilansir KabarPenumpang.com dari businesslive.co.za (15/5/2017), Divisi layanan pelanggan maskapai SAA ternyata gagal menyelidiki keluhan yang dikirimkan Seitei melalui email dan sempat mengirimkannya kembali awal bulan Januari 2017 tetapi tidak mendapat tanggapan sama sekali.

Baca juga: Reclining Seat, Ternyata Justru Membuat Susah Penumpang

Kepala Humas SAA, Tlali Tlali yang menanggapi permintaan TimesLIVE minggu lalu mengatakan bahwa kebijakan maskapai adalah memiliki dua ekstensi sabuk pengaman di pesawat narrow-bodied seperti Airbus dan lima pesawat wide-bodied. “Sebelum pintu pesawat ditutup, sebaiknya kru mengidentifikasi bahwa sabuk pengaman atau sabuk pengaman perpanjangan tambahan yang diperlukan untuk penerbangan sudah disiapkan,” katanya.

Tlali menambahkan, pada saat yang bersamaan, dua ekstensi lainnya sudah di kirim ke penumpang lainnya namun tetap ada pengawasan di pihak kru terkait perminataan Seitei. Dia mengatakan, dengan pengalamannya meminta peninjauan ulang prosedur keberangkatan SAA diminta untuk memperbaiki keseluruhan pengalaman perjalanan dan efisiensi.

Baca juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan

Ketika ditanya apakah perusahaan penerbangan akan mempertimbangkan untuk meminta penumpang menunjukkan kapan melakukan pemesanan, apakah mereka memerlukan perpanjangan pengaman kursi, Dia berkata: “Kami melihat kemungkinan opsi yang berbeda untuk memastikan tingkat kepatuhan yang diperlukan. Saran Anda hanyalah satu pilihan.”

Saat ini diketahui, Afrika Selatan memiliki tingkat obesitas tertinggi di dunia dan ketika maskapai penerbangan lain ditanya bagaimana melayani penumpang yang tidak sesuai dengan sabuk pengaman standar, maka ada tiga maskapai yang menjawab pertanyaan ini.

1. Comair (British Airways dan Kulula)
“Setiap pesawat membawa 10 sabuk pengaman perpanjangan. Ya, kita sudah kehabisan. Bila ini terjadi kita perhatikan nomor kursi penumpang dan beri tahu pengendali jalan yang mengatur agar sabuk perpanjangan lebih dibawa ke pesawat terbang. Ini semua dilakukan di balik layar dan Sebelum pintu pesawat ditutup, untuk menghindari rasa malu atas nama pelanggan,” ujar juru bicara hubungan pelanggan Comair Natashia Schoeman. “Kami tidak meminta pelanggan untuk menyatakan kebutuhan mereka akan perpanjangan sabuk saat memesan karena ini akan membeda-bedakannya,” tambah Schoeman.

2. FlySafair
“Kami menyimpan lima ekstensi dan 20 balok bayi di setiap pesawat terbang, dan yang terakhir dapat disesuaikan untuk digunakan sebagai ekstensi. Kami tidak pernah menggunakan semuanya,” kata kepala penjualan dan distribusi Kirby Gordon.

“Jika kita melihat permintaan untuk peningkatan ekstensi ini, mungkin kita akan menyimpan lebih banyak barang di kapal sebelum bertanya di situs web, karena kadang-kadang orang sedikit malu tentang hal-hal ini, atau mungkin tidak yakin apakah sabuk standarnya akan berhasil di sekitar mereka,” ujarnya.

3. Mango Airlines
“Peralatan standar on-board kami mencakup sabuk pengaman kursi yang lebih dari cukup di setiap pesawat terbang. Kami tidak pernah memiliki masalah dalam menyediakan alat perpanjangan,” kata Pumla Luhabe, GM komersial.