Friday, February 6, 2026
HomeDaratUsianya Genap 140 Tahun, Stasiun Medan Kini Makin Eksis dan Modern

Usianya Genap 140 Tahun, Stasiun Medan Kini Makin Eksis dan Modern

Tak hanya bangunan stasiun kereta api di jalur Pulau Jawa, ternyata Sumatra memang punya banyak segudang bangunan stasiun yang sangat legendaris. Selain itu bagi masyarakat Sumatra sendiri, kereta api di jalur tersebut memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari bangunan yang menjadi ciri khas masing-masing daerah, nama stasiun, serta rangkaian kereta api yang bisa dibilang terbatas.

Kabarpenumpang kali ini akan mengajak kalian jelajah stasiun kereta api di wilayah Sumatra Utara. Terdapat beberapa stasiun kereta api di Sumatera Utara yang melayani ribuan penumpang setiap harinya. Dari beberapa stasiun yang ada di Sumatera Utara, stasiun satu ini menjadi yang terbesar. Ya, apalagi kalau bukan Stasiun Medan.

Stasiun ini diresmikan pada tahun 1886 oleh Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), perusahaan kereta api milik Belanda yang kini sudah beroperasi selama 140 tahun (tahun 2026). Stasiun Medan ini merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A. Pada tahun 2007 lalu, stasiun ini mendapat Penghargaan Prima Utama dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk pelayanan unit transportasi publik.

Stasiun ini terletak di perbatasan antara Kelurahan Kesawan (Medan Barat) dan Gang Buntu (Medan Timur) dan melayani ribuan penumpang ke berbagai wilayah di Sumatera Utara setiap harinya. Nama Stasiun Medan ini diambil dari nama salah satu kota di Sumatra Utara yakni, Medan.

Peran Stasiun Medan sangat vital, karena menjadi titik penghubung jalur kereta menuju Pelabuhan Belawan. Dari sinilah ribuan ton hasil perkebunan dikirim ke pasar dunia. Secara arsitektur, Stasiun Medan memperlihatkan ciri khas bangunan kolonial Belanda. Dinding tebal berwarna terang, jendela besar dengan lengkung sederhana, serta atap tinggi untuk ventilasi udara adalah elemen yang mencerminkan adaptasi desain Eropa dengan iklim tropis.

Seiring berjalannya waktu, Stasiun Medan mengalami sejumlah renovasi besar. Pada era 1970-an, dilakukan pembaruan untuk menyesuaikan kebutuhan operasional modern, terutama karena volume penumpang semakin meningkat.

Renovasi berikutnya terjadi pada awal 2010-an, bertepatan dengan rencana pengoperasian Kereta Api Bandara Kualanamu. Saat itu, Stasiun Medan ditata ulang dengan konsep yang lebih modern. Area hall dibuat lebih luas, sistem tiket mulai terkomputerisasi, dan konektivitas dengan transportasi lain ditingkatkan.

Keistimewaan terbesar stasiun ini adalah perannya sebagai pelopor layanan kereta bandara di Indonesia. Sejak 2013, Stasiun Medan menjadi titik awal keberangkatan Kereta Api Bandara Kualanamu. Layanan ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi cepat menuju Bandara Internasional Kualanamu yang berjarak sekitar 39 kilometer dari kota.

Dengan arsitektur kolonial yang masih berdiri kokoh, renovasi yang menjaga relevansinya, serta inovasi transportasi modern, Stasiun Medan bukan hanya sarana mobilitas, melainkan juga ikon yang menyatukan sejarah dan masa depan Kota Medan.

Jejak Sejarah Stasiun Medan, Sisakan Kenangan Menara Jam Antik

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru