Monday, January 26, 2026
HomeDaratYuk Kenali Nama-nama Stasiun di Lampung yang Terbilang Unik

Yuk Kenali Nama-nama Stasiun di Lampung yang Terbilang Unik

Seperti diketahui bahwa stasiun-stasiun kereta api di Indonesia identik dengan bangunan yang bernuansa sejarah peninggalan jaman Kolonial Belanda. Tak hanya itu, beberapa stasiun juga memiliki ketinggian lebih dari 500 meter dari atas permukaan laut. Belum lagi nama-nama stasiun yang terbilang unik tersebar di seluruh jalur kereta api di Indonesia.

Banyaknya nama-nama stasiun terunik seperti di Pulau Jawa biasanya diambil dari daerah sekitar, nama kota, atau bahkan kabupaten. Ada pula nama stasiun yang sama persis namun berada di lokasi yang berbeda. Stasiun-stasiun yang tersebar di jalur kereta api Pulau Jawa pun memiliki 9 wilayah Daerah Operasi (Daop), praktis banyaknya stasiun kecil maupun besar tersebar disitu.

Selain nama-nama unik stasiun yang berada di Pulau Jawa, ada pula yang berada di jalur kereta api lintas Sumatera, tepatnya di Provinsi Lampung. Siapa sangka, ada sederet stasiun di Lampung yang terkenal dengan nama uniknya. Tak hanya unik, deretan stasiun di Lampung ini memiliki nama yang nyentrik dan anti-mainstream. Nah, kita ulas yuk. Berikut ini daftar 5 nama stasiun paling unik di Provinsi Lampung tepatnya di wilayah Divisi Regional (Divre) 4 Tanjung Karang:

1. Stasiun Negara Ratu
Stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Negararatu, Sungkai Utara, Lampung Utara. Stasiun yang terletak pada ketinggian +46 meter ini termasuk dalam Divisi Regional IV Tanjungkarang. Hanya satu layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, yaitu kereta api Rajabasa.

Terdapat masing-masing satu jalur lurus dan jalur belok baru yang dibangun di sisi timur stasiun sehingga kini jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 2 kini dijadikan sebagai sepur lurus arah Baturaja–Prabumulih saja dan jalur 3 sebagai sepur lurus baru untuk arah Tanjungkarang.

2. Stasiun Haji Pemanggilan
Stasiun Haji Pemanggilan adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Haji Pemanggilan, Anak Tuha, Lampung Tengah. Stasiun yang terletak pada ketinggian +45 meter ini termasuk ke dalam Divre 4 Tanjungkarang.

Stasiun ini hanya memilki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus dan jalur 1 merupakan sepur belok panjang untuk mengakomodasi persilangan kereta api Babaranjang. Stasiun ini sama sekali tidak memiliki peron.

3. Stasiun Negeri Agung
Stasiun yang terletak pada ketinggian +46 meter ini, terletak di Negeri Agung, Negeri Agung, Way Kanan. Selain namanya yang unik, proses melintas kereta api di stasiun ini. Apabila ada kereta api penumpang dari arah Prabumulih yang akan berhenti di stasiun ini, maka kereta api tersebut akan melawan arus jalur ganda dari arah Tanjungkarang dan berbelok ke jalur 2 untuk mendapatkan peron. Sebagai akibatnya, jika ada kereta api dari arah Tanjungkarang yang hendak melintas diharuskan berhenti terlebih dahulu di sinyal masuk hingga kereta api penumpang berangkat dan jalur telah aman.

4. Stasiun Way Pisang
Stasiun ini terletak pada ketinggian +87 meter diatas permukaan laut. Uniknya, bangunan stasiun ini terletak di wilayah Kabupaten Way Kanan, Lampung, tetapi sebagian besar emplasemen serta pos sinyal sisi utara stasiun sudah masuk wilayah Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Perbatasan antara kedua wilayah tersebut berada sekitar 350 meter di sebelah barat laut stasiun, menjadikan stasiun ini sebagai stasiun yang lokasinya paling utara di Kabupaten Way Kanan dan Provinsi Lampung. Stasiun ini diresmikan pada tanggal 9 Juni 2014 oleh Dirut KAI saat itu, Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan.

5. Stasiun Sukamenanti
Terletak di Pidada, Panjang, Bandar Lampung, stasiun ini berada pada ketinggian +26 m diatas permukaan laut. Stasiun ini mempunyai lima jalur kereta api yang cukup untuk memuat satu rangkaian KA babaranjang, dimana empat jalur berada di emplasemen utama stasiun sedangkan satu jalur lagi berada di pos sinyal A yang mengarah ke Pidada.

Jalur 2 merupakan sepur lurus serta tidak memiliki peron. Panjang emplasemen Sukamenanti mencapai 1,4 km. Masyarakat setempat saat ini lebih mengenal stasiun ini sebagai Stasiun Panjang karena stasiun ini berada tidak jauh dari Pelabuhan Panjang, di samping Stasiun Pelabuhan Panjang lama sendiri telah lama dinonaktifkan.

Itulah nama-nama stasiun kereta api yang paling unik di Provinsi Lampung. Kira-kira apa lagi, ya nama-nama stasiun unik lainnya di Lampung?

Merasakan Sensasi KA Kuala Stabas (Tanjungkarang – Baturaja) dengan Harga Yang Pas

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru