Yutong dan WeRide Kembangkan Bus Tanpa Pengemudi

0
bus otonom kerja sama antara WeRide dan Yutong (kr-asia.com)

WeRide yang merupakan startup ride hailing otonom di Cina telah mengumpulkan US$200 juta dari pembuataan bus seri B1 dari Yutong Group yang merupakan induk dari produsen bus Zhengzhou Yutong Bus Co Ltd. Keduanya juga setuju untuk berkolaborasi dalam mengembangkan bus tanpa pengemudi.

Baca juga: Lampaui AS, Cina Mulai Operasikan Taksi Otonom Level Tertinggi, Apollo RoboTaxi

KabarPenumpang.com melansir dari laman kr-asia.com (23/12/2020), WeRide bahkan mengatakan dalam sebuah pernyataan keduanya telah mengembangkan mini robobus tanpa pengemudi yang dibuat untuk meluncur di jalan kota. Bus ini tidak akan ada kemudi atau setir, akselerator atau rem, tetapi sebagai gantinya dilengkapi dengan perangkat lunak serta perangkat keras dari WeRide.

“Investasi strategis Yutong Group adalah bukti kuat untuk teknologi WeRide yang kuat dan upaya terus-menerus kami untuk memperluas batasan industri,” kata Tony Han, salah satu pendiri dan CEO WeRide.

WeRide memulai operasi robotaxi pada November tahun lalu dan menyelesaikan 147.128 perjalanan, mengantar lebih dari 60 ribu penumpang dengan selamat ke tujuan mereka di tahun pertama layanannya dan masih dengan pengemudi cadangan. Meskipun WeRide hanya beroperasi di Guangzhou, Baidu telah menjalankan armada di beberapa kota termasuk Changsha, Cangzhou dan Beijing.

Baidu mulai memproduksi secara massal bus penggerak otonom Apolong pada awal 2018 dan bekerja sama dengan pabrikan yang berbasis di Xiamen, King Long. Robobus Apolong telah digunakan di 28 kota di Cina, termasuk Beijing dan Chonqqing, mengangkut lebih dari 100 ribu penumpang.

Untuk diketahui, sebelum putaran pendanaan baru, WeRide mendapatkan total investasi sebesar USD207 juta dari investor termasuk Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi dan CEO pembuat EV Cina, Xpeng Motors, He Xiaopeng tahun ini. WeRide mengejar standar otonom level 4, perusahaan memperoleh persetujuan pemerintah untuk meluncurkan program robotaxi percontohan di Guangzhou pada November 2019.

Baca juga: Implementasi Bus Listrik, Tak Hanya Berbicara Armada Tapi Juga Sistem Pendukung

Ini kemudian menjadikannya start up self-driving pertama di Cina yang menerima lampu hijau dari pejabat. Yutong sendiri dulunya pernah digunakan oleh PT TransJakarta sebagai salah satu armada bus gandeng untuk beroperasi di Jakarta.

Namun bus Yutong tersebut harus dikandangkan karena terbakar pada 2014 lalu, padahal belum satu tahun beroperasi melayani rute BRT di Jakarta. Saat itu ada 30 bus yang harus dikandangkan untuk dilakukan penyelidikan terkait kebakaran yang terjadi saat beroperasi.