10 Tahun Lalu, Penerbangan Kelas Ekonomi Terasa Lebih Nyaman!

0
Dalam upaya untuk menangani masalah coronavirus yang sedang berlangsung, Cathay Pacific Airways mengizinkan awak kabin untuk menggunakan masker saat bekerja pada penerbangan dari dan ke China daratan. Foto: The Points Guy UK

Terbang dengan menggunakan maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC) atau duduk di bangku penerbangan kelas ekonomi agaknya tidak terlalu cocok bagi Anda yang hendak melakoni penerbangan jarak menengah-jauh. Konfigurasi bangku yang seolah tidak memperhatikan kenyamanan penumpang menjadi satu momok menakutkan. Ditambah ruang untuk kaki yang sempit dan jarak antar bangku yang sangat mepet menjadi bahan pertimbangan banyak orang untuk tetap melanjutkan membeli tiket LCC atau duduk di bangku kelas ekonomi.

Baca Juga: Layakkah Full-Service Carrier Layani Penumpang dengan Standar LCC?

Namun agaknya skema ini tidak begitu menonjol di masa lampau – mengingat pesawat masih diplot sebagai moda transportasi untuk kalangan berduit saja. Guna membuktikan pernyataan di atas, KabarPenumpang.com mengutip dari laman forbes.com, dimana konfigurasi bangku 2-4-2 untuk konfigurasi bangku kelas ekonomi masih merajalela – setidaknya 10 hingga 15 tahun ke belakang. Kala itu, dua pesawat yang masih mendominasi puncak pengangkut penumpang adalah Airbus A340 dan Boeing 767 – dua pesawat wide-body dengan kemampuan menempuh jarak menengah-jauh.

Dengan konfigurasi semacam ini (8 penumpang dalam satu deret), penumpang masih bisa merasakan nyaman walaupun tidak senyaman business class dan first class.

Seiring kompetisi antar maskapai dan meningkatnya minat penumpang untuk melakukan perjalanan udara, pihak maskapai mulai meminta pabrikan pesawat untuk memaksakan konfigurasi bangku 3-3-3 untuk pesawat jenis wide-body. Hadirnya ide ini menandakan bahwa kenyamanan penumpang mulai tergadaikan hanya demi kas perusahaan yang diharapkan semakin ‘membengkak’ akibat meningkatkanya biaya operasional dan bahan bakar.

Soal kenyamanan penumpang? Tentu saja ruang gerak mereka semakin terbatas dengan konfigurasi sembilan bangku dalam satu deret.

Hingga pada akhirnya muncul ide untuk menghadirkan konfigurasi 10 bangku dalam satu deret. Baik Boeing dan Airbus mulai mempromosikan konfigurasi bangku semacam ini – khususnya bagi para operator LCC, yang ingin memaksimalkan okupansi penumpang guna menyeimbangkan biaya operasional. Ya, konfigurasi 3-4-3 semacam inilah yang banyak Anda saksikan di maskapai yang mengoperasikan pesawat wide-body dengan kelas ekonomi di dalamnya, atau bahkan maskapai LCC yang mengoperasikan pesawat berbadan besar.

Baca Juga: Vistara dan Jet Airways, Maskapai Full Service yang Sajikan Layanan Bergaya LCC

Sebut saja maskapai asal Hong Kong yang kini tengah dideru masalah akibat RUU Ekstradisi, Cathay Pacific – dimana maskapai ini mengaplikasikan konfigurasi 3-4-3 untuk varian Boeing 777 yang mereka miliki. Selain Cathay, ada juga United Airlines, Qatar, hingga Emirates yang menerapkan konfigurasi semacam ini.

Lalu, benarkah kenyamanan penumpang ‘tergadaikan’ hanya demi pemasukan perusahaan yang lebih besar?

Leave a Reply