10 Terowongan Kereta Terpanjang di Indonesia, Ada Dimana Saja Ya?

Terowongan Mrawan

Karena kondisi geografis di Indonesia yang didominasi kontur gunung dan perbukitan, menjadikan populasi terowongan kereta banyak di negeri ini, yang bila dikaitkan dengan sistem perkeretaapian di Jawa dan Sumatera, identitas terowongan tak bisa dilepaskan dari kelancaran layanan, dan uniknya hampir sebagian besar terowongan kereta yang ada di Indonesia merupakan sisa peninggalan Belanda.

Baca juga: Kokoh Layaknya Seekor Gajah, “Terowongan Gunung Gajah” Masih Eksis Dilintasi Kereta

Dari 19 terowongan kereta yang ada di Indonesia, ada 10 terowongan yang masuk kategori terpanjang, tidak semuanya masih aktif digunakan saat ini, dan berikut diantaranya

1. Terowongan Wilhelmina
Memiliki panjang 1208 meter menjadikan terowongan yang menghubungkan kereta api Pangandaran dari Banjar dengan Cijulang ini menjadi yang terpanjang di Indonesia. Sayangnya terowongan ini tak lagi berfungsi dikarenakan banyak rel yang hilang dan sudah dipenuhi tanaman merambat. Bangunan terowongan ini di buat oleh Belanda dan diresmikan tanggal 1 Juni 1921.

2. Terowongan Sasaksaat
Dibangun antara tahun 1902-1903 oleh Staatsspoorwagen (SS) perusahaan kereta api Hindia Belanda tersebut membelah bukit Cipedong di kampung Sasaksaat, desa Sumur Bandung, Bandung Barat. Memiliki panjang sekitar 949 meter, bukan hanya menjadi terowongan terpanjang saja melainkan juga terwongan terpadat di Indonesia, karena di lewati kurang lebih 44 kereta api setiap harinya. Terowongan Sasaksaat sendiri berada di antara jalur Padalarang dan Purwakarta dan diantara Stasiun Sasaksaat dan Maswati.

3. Terowongan Eka Bakti Karya
Berada di Sumber Pucung, Malang tepatnya 5 km setelah stasiun Sumber Pucung, terowongan ini memiliki panjang sekitar 850 meter. Disebelah terowongan ini, terdapat bendungan Ir Sutami dan saat ini terowongan Eka Bakti Karya dikelola oleh Daerah Operasional VIII Surabaya.

Terowongan Eka Bakti Karya

4. Terowongan Sawahlunto
Dengan panjang sekitar 827 meter, terowongan Sawahlunto menjadi terowongan yang dilewati lokomotif Mak Itam untuk wisata. Letaknya sendiri berada diantara stasiun Sawahlunto dan stasiun Muara Kalaban.

5. Teowongan Mrawan
Letaknya yang dekat dengan stasiun Mrawan di kabupaten Jember dan dibangun tahun 1901-2901 oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api Hindia Belanda ini memiliki panjang 690 meter. Letak terowongan ini sendiri juga dekat dengan kawasan wisata Gumitir dan menembut Gunung Gumitir yang membatasi Jember dengan Banyuwangi.

6. Terowongan Lampegan
Dibangun tahun 1881-1884 oleh perusahaan kereta Belanda, Terowongan Lampegan berada di antara Cianjur dan Sukabumi. Sempat ambruk pada 8 Februari 2001 silam, terowongan dengan panjang 687 meter ini kemudian direnovasi ulang.

7. Terowongan Kupitan
Tak banyak sejarah tentang terowongan kereta dengan panjang 600 meter dan berada di antara Muara kalaban dan Padang Sibusuak, Sumatera Barat. Saat ini yang diketahui hanya tahun pembangunannya 1921 dan tertera di pintu masuk terowongan yang satu ini.

Terowongan Tebing Tinggi

8. Terowongan Ijo
Berlokasi di Kebumen, Jawa Tengah, terowongan tua ini dibangun tahun 1885-1886 dengan sistem kerja paksa di masa penjajahan Belanda, terowongan dengan panjang 580 meter ini masih beroperasi hingga kini. Terowongan ijo juga menjadi lokasi syuting film Kereta Api Terakhir dan Daun di Atas Bantal.

9. Terowongan Tebing Tinggi
Sama dengan Terowongan Gunung Gajah, Terowongan ini juga terletak di Sumatera Selatan, tepatnya di Talang Banyu, desa Tanjung Kupang, kecamatan Tebing Tinggi. Terowongan yang memiliki panjang sekitar 424 meter ini, termasuk salah satu terowongan yang masih aktif di Indonesia. Tapi karena kurangnya perawatan, sehingga terlihat di beberapa bagian tampak mengalami kerusakan akibat goncangan dan gerusan air hujan.

Baca juga: Hanya Cerita yang Tersisa dari Terowongan KA Wilhelmina di Pangandaran

10. Terowongan Gunung Gajah
Berada di urutan ke sepuluh, terowongan Gajah memiliki panjang 368 meter dan terletak di Sumatera Selatan di antara stasiun Bunga Mas dan Lahat. Namanya sebenarnya bukan stasiun Gunung Gajah Melainkan stasiun Willem Synja.