Menggunakan kereta api tentu harus selalu menaati peraturan mulai dari stasiun keberangkatan, di perjalanan, hingga stasiun tujuan. Termasuk imbauan masyarakat yang menggunakan kereta api harus selalu melihat tiket sesuai dengan perjalanan, kereta api, serta stasiun tujuan. Jangan sampai penumpang terbawa kereta api atau melewati stasiun kedatangan yang sesuai dengan tiket.
PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tetap gencar menertibkan penumpang yang turun melebihi stasiun tujuan demi mendapatkan harga murah. Ataupun penumpang yang salah naik kereta api akibat kurang teliti dalam mengecek kembali jadwal yang tertera pada tiket. Hal ini cukup meresahkan lantaran menyerobot hak penumpang lain dan merugikan bagi KAI.
Seperti kabar yang baru-baru ini terjadi. Sejumlah penumpang kereta api relasi Banyuwangi-Yogyakarta salah naik rangkaian kereta saat turun sejenak di Stasiun Wonokromo, Surabaya. Rombongan penumpang yang semestinya menuju ke Yogyakarta itu, akhirnya berbalik arah kembali ke Banyuwangi. Pihak Daop 8 Surabaya pun minta penumpang lebih teliti.
Informasi yang dikutip dari laman Kompas menyampaikan bahwa awalnya, para penumpang itu menaiki KA Sri Tanjung relasi Banyuwangi (Ketapang) menuju Yogyakarta (Lempuyangan) yang melewati Stasiun Wonokromo, Surabaya.
Saat pemberhentian pertama di Stasiun Wonokromo, rombongan penumpang tersebut berniat keluar sejenak untuk mencari udara segar. Namun sayangnya, mereka justru salah naik kereta saat kembali ke rangkaian.
Disaat bersamaan ada rangkaian KA Sri Tanjung yang lain yang tujuannya arah Banyuwangi. Rombongan penumpang itu justru menaiki KA Sri Tanjung relasi sebaliknya, yakni relasi Lempuyangan-Ketapang. Barang-barang penumpang itu pun ikut KA Sri Tanjung Ketapang-Lempuyangan. Sedangkan pemiliknya berbalik arah ikut KA relasi Lempuyangan-Ketapang.
Pihak KAI merespons, sebenarnya memperbolehkan penumpang turun saat kereta berhenti sejenak di stasiun, asalkan memperhatikan aspek keselamatan. KAI pun mengimbau agar penumpang lebih teliti saat kembali ke rangkaian kereta agar tidak salah naik atau tertinggal.
Setiap stasiun kereta api yang melayani naik dan turun penumpang tentu petugas stasiun selalu aktif menyampaikan informasi jika kereta api datang maupun berangkat melalui pengeras suara di area stasiun maupun rangkaian agar penumpang selalu bersiap-siap.
KAI juga menyarankan agar penumpang menanyakan segala informasi kepada petugas di stasiun agar tidak kebingungan. Harapan lainnya, komunikasi penumpang dengan petugas juga dapat membantu selama perjalanan.
Sering Mengundang Tanya, Inilah Alasan Trem Dihapuskan di Jakarta
