Jalur kereta api Bogor – Sukabumi saat ini sudah mulai ramai dinikmati masyarakat. Tak hanya yang berdomisili di Bogor maupun Sukabumi, tapi masyarakat dari Jakarta pun juga menikmati kereta api di jalur yang terkenal paling legendaris ini. Ya, semenjak diluncurkannya Kereta Api Pangrango, antusiasme masyarakat semakin tinggi untuk berwisata ke destinasi tujuan wilayah Sukabumi.
Beberapa stasiun yang di lewati Kereta Api Pangrango pun membuat penumpang semakin praktis dan efisien karena melewati berbagai area pedesaan yang terbantu dengan aktifnya stasiun tersebut sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Namun, diantara jalur yang dilewati Kereta Api Pangrango hingga kini masih ada satu stasiun yang terbilang belum aktif tapi terlihat cukup rapi.
Stasiun ini bernama Ciomas. Stasiun ini terletak di Kertamaya, Bogor Selatan, Bogor, stasiun yang terletak pada ketinggian +349 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan stasiun yang letaknya paling selatan di Kota Bogor. Walaupun diberi nama Ciomas, secara administratif stasiun ini terletak sangat jauh di tenggara Kecamatan Ciomas.
Hingga saat ini Stasiun Ciomas belum juga digunakan. Padahal peron, bangunan stasiun, dan sistem persinyalan sudah bagus dan bisa digunakan. Tak hanya itu, pemandangan di sekelilingnya pun menawarkan panorama hutan dan pedesaan serta adanya sungai yang membuat area stasiun terasa nyaman dan asri. Ternyata alasan Stasiun Ciomas masih belum bisa digunakan karena adanya kendala.
Kendala tersebut merupakan hal yang terjadi karena akses dari jalan raya menuju Stasiun Ciomas. Maka dari itu, stasiun ini masih belum bisa digunakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengusulkan maupun memberikan solusi untuk perpanjang relasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline hingga Stasiun Cigombong.
Usulan tersebut sudah disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, kepada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dengan menanyakan fungsi dari keberadaan Stasiun Ciomas di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor beberapa waktu lalu.
Diketahui bahwa keberadaan Stasiun Ciomas ini bersebelahan dengan aset milik pengembang Rancamaya atau PT Sinarmas. Sehingga dengan diusulkannya perpanjangan relasi KRL, masyarakat di wilayah Bogor Selatan, khususnya Rancamaya, Kertamaya, Genteng, dan sekitarnya bisa mengakses layanan KRL tanpa harus menuju Stasiun Bogor. Namun, PT KAI beralasan bahwa tidak beroperasinya Stasiun Ciomas karena akses kendaraan yang tidak memadai.
Dedie menambahkan bahwa pemerintah kota telah melakukan peninjauan langsung bersama sejumlah perangkat daerah untuk memastikan rencana pembangunan akses jalan menuju stasiun tersebut. Ia menyebut pembukaan akses sangat penting agar fasilitas stasiun dapat dimanfaatkan masyarakat.
Tentunya pembangunan akses jalan menuju Stasiun Ciomas akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk PT KAI. Pemerintah Kota Bogor juga membuka kemungkinan pembiayaan melalui skema kerja sama maupun tanggung jawab sosial perusahaan.
Dengan adanya akses jalan yang memadai, Stasiun Ciomas diharapkan dapat berfungsi sebagai simpul transportasi baru di Kota Bogor. Hal ini dinilai dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus membantu mengurangi kepadatan transportasi di pusat kota.
