Thursday, April 30, 2026
HomeDaratSelain Terpanjang, Ternyata Ada Fakta Menarik Lainnya Tentang Terowongan Sasaksaat

Selain Terpanjang, Ternyata Ada Fakta Menarik Lainnya Tentang Terowongan Sasaksaat

Berada di Kabupaten Bandung Barat, jalur kereta api di wilayah tersebut memang terkenal dengan panoramanya yang luar biasa menakjubkan. Jalur yang berkelok membelah perbukitan membuat yang melihatnya seakan merasakan nyamannya perjalanan. Terlebih lagi berbagai peninggalan sejak jaman kolonial Belanda yang hingga kini masih kokoh digunakan pada perjalanan kereta api.

Ya, bagi kalian yang sering gunakan kereta api rute Jakarta – Bandung pulang pergi, tentu sudah paham betul daerah mana yang memiliki pemandangan yang eksotis. Jalur berliku serta menyeberangi bukit dengan jembatan maupun memasuki terowongan pastinya titik utama penumpang kereta api untuk mengabadikan momen tersebut. Salah satu yang paling digemari penumpang saat menggunakan kereta api adalah Terowongan Sasaksaat.

Terowongan ini sangat legendaris bagi masyarakat yang sudah mengetahui sejarah atau bahkan sekadar melewati menggunakan kereta api. Terowongan Sasaksaat yang memiliki panjang hampir 1 kilometer ini menjadi ikonik perjalanan kereta api di bumi Parahyangan. Aksesnya yang cukup terjangkau karena dekat dengan bangunan kecil yang bernama Stasiun Sasaksaat.

Sasaksaat – Inilah Terowongan Kereta dengan Waktu Pembangunan Paling Lama di Indonesia

Diketahui bahwa Terowongan Sasaksaat ini dibangun tidak sembarangan. Bahkan sejarah mencatat bahwa terowongan ini ada berbagai cerita menarik saat pembangunan berlangsung. Makanya hingga kini terowongan tersebut masih kokoh meskipun sering kali kereta api melintas.

Selain sebagai aktif terpanjang di Indonesia, Terwongan Sasaksaat tentu memiliki fakta menarik lainnya. Tak heran, terowongan ini diberi predikat sebagai bangunan cagar budaya dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Berikut ini beberapa fakta menarik dari Terowongan Kereta Api Sasaksaat:

• Dibangun Manual Dengan Sistem Kerja Rodi
Bangunan terowongan tersebut dibuat secara manual oleh warga yang dipaksa menjadi pekerja rodi membelah perbukitan Cidepong, menggunakan peralatan alakadarnya seperti balincong dan linggis. Terowongan tersebut dibangun dengan presisi yang tinggi, karena tingkat kesulitan tanah perbukitan di daerah tersebut. Paling tidak ada hitungan kemiringan dan kelokan 16-25 derajat.

Bagian tengah jalur rel pun dibuat agak menanjak dengan tujuan supaya air tanah dari perbukitan di atas terowongan bisa mengalir dan tidak merembes ke bantalan rel. Lantaran bisa menyebabkan besi dan kayu rel mengembang.

• Memiliki 35 Sleko di Dalam Terowongan
Terdapat 35 sleko (lubang berlindung) yang tersedia di dalam Terowongan Sasaksaat untuk petugas terowongan. Sleko tersebut terdiri dari 17 lubang di sisi kiri dan 18 lubang di sisi kanan terowongan. Setiap beberapa jam sekali, penjaga terowongan wajib mengecek bantalan rel baik setelah kereta lewat ataupun sebelum lewat. Hal itu demi menjamin keamanan kereta saat melintas.

• Tertua dan Terpanjang di Asia Pasifik
Terowongan kereta yang membentang sepanjang 949 meter dengan tinggi 4,31 meter dan lebar 3,92 meter itu merupakan terowongan kereta api tertua dan terpanjang di Asia Pasifik yang masih aktif hingga saat ini. Terowongan Sasaksaat sendiri dibangun oleh Staatsspoorwegen antara tahun 1902-1903. Terowongan dengan nomor Bangunan Hikmat (BH) 503 itu berada di jalur Purwakarta dan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada KM 143+144 antara Stasiun Sasaksaat dan Stasiun Maswati.

Incaran Spot Foto Kereta Api, Terowongan Sasaksaat Menjadi Destinasi Terfavorit Para Railfans

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru