Friday, May 1, 2026
HomeAnalisa AngkutanIndonesia Luncurkan Dana Leasing Pesawat Mandiri, Targetkan Kelola Rp13,5 Triliun

Indonesia Luncurkan Dana Leasing Pesawat Mandiri, Targetkan Kelola Rp13,5 Triliun

Kabar gembira datang dari sektor pembiayaan transportasi udara nasional. Indonesia secara resmi meluncurkan platform investasi penyewaan pesawat (aviation leasing) pertama di tanah air yang dinamakan Mandiri Aviation Leasing Fund. Langkah strategis ini menandai pergeseran peran Indonesia, dari yang selama ini hanya sebagai pasar pengguna (operator), kini mulai merambah ke rantai nilai global sebagai pemilik dan penyedia aset penerbangan.

Platform ini merupakan hasil kolaborasi tiga kekuatan besar: Danantara Investment Management (DIM) sebagai investor jangkar, Mandiri Investment Management sebagai pengelola dana, dan SMBC Aviation Capital asal Irlandia (yang terafiliasi dengan Jepang) sebagai mitra operasional sekaligus salah satu lessor pesawat terbesar di dunia.

Nilai Investasi Fantastis Bukan main-main, Mandiri Aviation Leasing Fund menargetkan portofolio awal senilai US$800 juta atau setara dengan kurang lebih Rp13,53 triliun. Dana ini akan digunakan untuk mengakuisisi aset-aset aviasi berkualitas tinggi di pasar global, yang nantinya akan disewakan kembali ke berbagai maskapai, baik di dalam maupun luar negeri.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa kemitraan ini bukan sekadar mengejar keuntungan finansial (return), melainkan upaya membangun kapabilitas strategis jangka panjang bagi Indonesia di ekosistem pembiayaan pesawat dunia. Dengan memiliki platform sendiri, ketergantungan maskapai domestik terhadap lessor asing diharapkan bisa perlahan diseimbangkan.

Kolaborasi Teknologi dan Finansial Dalam skema ini, SMBC Aviation Capital akan menyumbangkan keahlian operasional dan manajemen aset yang telah teruji selama puluhan tahun. Sementara itu, Mandiri Investment Management akan fokus pada penataan struktur investasi kelas institusi. Sinergi ini memungkinkan investor lokal maupun global untuk masuk ke kelas aset penerbangan yang selama ini dikenal memiliki hambatan masuk (barrier to entry) yang sangat tinggi.

Dampak bagi Penumpang dan Maskapai Bagi industri penerbangan domestik, kehadiran dana leasing lokal ini diharapkan dapat memberikan alternatif pendanaan yang lebih stabil bagi maskapai-maskapai di Indonesia untuk menambah atau meremajakan armada mereka. Secara jangka panjang, efisiensi dalam biaya sewa pesawat diharapkan dapat membantu maskapai menjaga keberlangsungan operasional yang pada akhirnya berdampak pada stabilitas harga tiket bagi para penumpang.

Kehadiran Mandiri Aviation Leasing Fund menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap bersaing di panggung finansial aviasi global, bersanding dengan pusat-pusat leasing besar seperti Irlandia dan Singapura.

Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru