Pengguna Commuter Line terhitung mulai tanggal 13 April 2026, Stasiun Bogor mulai ada pengalihan peron. Di kabarkan bahwa pembangunan perpanjangan peron akan dilakukan di jalur 6, 7, dan 8. Seiring perkembangan, Stasiun Bogor memang menjadi paling digemari khususnya masyarakat Bogor dan sekitarnya. Mulai dari beraktivitas atau sekadar berwisata, Stasiun Bogor menjadi acuan untuk memudahkan akses transportasi kereta komuter.
Ya, sebagai diketahui bahwa Stasiun Bogor memiliki 8 jalur aktif yang disinggahi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Berbagai seri KRL yang singgah, mewarnai banyaknya jalur di stasiun tersebut. Apalagi Stasiun Bogor merupakan stasiun akhir dengan volume penumpang sangat banyak. Rangkaian KRL yang singgah pun memiliki tiap trainset mulai dari 8 hingga 12 unit.
Namun untuk perjalanan KRL di lintas Bogor (red line), mayoritas KRL yang dioperasikan sebanyak 12 unit (Stamformasi/SF). Maka tak heran, di jalur sepanjang red line ini setiap stasiun sudah memiliki panjang peron yang bisa digunakan rangkaian KRL sepanjang 12 SF. Tapi sangat disayangkan, ternyata Stasiun Bogor belum semua peron bisa digunakan untuk rangkaian KRL 12 SF. Peron tersebut meliputi 6, 7, dan 8.
Maka dari itu Stasiun Bogor akan melakukan pembangunan perpanjangan peron disebutkan. Ini berguna bagi rangkaian KRL dengan panjang 12 SF bisa masuk ke semua peron di Stasiun Bogor. Tak hanya itu, akses tap in dan tap out bagi penumpang KRL pun akan disesuaikan. Perubahan akses tap in dan tap out akan menyesuaikan kondisi Stasiun Bogor saat melakukan pengerjaan pembangunan.
Penutupan jalur tersebut akan dilakukan mulai April sampai Juli 2026 mendatang. Nantinya, operasional kereta hanya berlaku pada jalur 2 sampai 5. Saat pembangunan perpanjangan peron dan jalur yang berpotensi penumpukan, petugas di Stasiun Bogor sudah melakukan antisipasi tersebut.
Nantinya selama masa pekerjaan, beberapa area di Stasiun Bogor akan digunakan untuk mendukung kegiatan konstruksi. Area parkir akan difungsikan sebagai lokasi direksi keet serta mobilisasi alat berat seperti truck mixer dan concrete pump. Selain itu, area eks parkiran staskun juga akan digunakan sebagai jalur mobilisasi menuju lokasi pekerjaan.
Diketahui bahwa berdasarkan data yang tercatat, volume pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah pengguna tercatat sebanyak 11.521.367 orang pada 2022, kemudian meningkat 35 persen menjadi 15.530.705 orang pada 2023. Peningkatan berlanjut pada 2024 sebesar 11 persen menjadi 17.276.284, dan kembali naik 5 persen pada 2025 dengan total 18.171.350 pengguna.
Penyesuaian jadwal kereta dari Stasiun Bogor akan disesuaikan mulai Senin (13/4). Pihaknya juga mengimbau kepada Para pengguna untuk selalu memantau perkembangan jadwal kereta melalui laman resmi media sosial KAI Commuter Line.
Menikmati Perjalanan Kereta Api Tertua di Jawa Barat, Cuma Goceng
