Saturday, April 18, 2026
HomeAnalisa AngkutanAmbisi Baru Rusia: Tupolev Tu-454 Muncul Sebagai Penantang Boeing 787 dan Airbus...

Ambisi Baru Rusia: Tupolev Tu-454 Muncul Sebagai Penantang Boeing 787 dan Airbus A350

Setelah resmi berpisah dari proyek patungan CR929 bersama Cina, Rusia kini mulai memamerkan langkah mandirinya untuk kembali ke pasar pesawat komersial berbadan lebar (widebody). Melalui biro desain legendaris Tupolev, Rusia memperkenalkan konsep jet jarak jauh terbaru yang diberi label Tupolev Tu-454.

Mengutip laporan dari Air Data News, konsep Tu-454 ini pertama kali dipamerkan dalam ajang Russian Venture Forum di Kazan. Pesawat ini dirancang sebagai jet bermesin ganda (twin-engine) yang akan mengisi kekosongan armada jarak jauh Rusia, memposisikannya sebagai pesaing langsung bagi Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A350 di pasar global.

CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body

Spesifikasi dan Kapasitas Berdasarkan maket yang dipresentasikan, Tu-454 diproyeksikan memiliki kapasitas penumpang antara 250 hingga 350 kursi. Menariknya, pesawat ini ditargetkan memiliki jangkauan terbang hingga 15.000 kilometer, sebuah angka yang sangat krusial bagi Rusia untuk menghubungkan wilayahnya yang sangat luas tanpa perlu bergantung pada pesawat buatan Barat yang saat ini terkena sanksi.

Mesin Baru PD-26 Salah satu kejutan teknis dalam konsep ini adalah penggunaan mesin baru berkode PD-26. Sebelumnya, industri penerbangan Rusia lebih banyak membicarakan mesin PD-35 yang lebih besar. Munculnya PD-26 mengindikasikan adanya pergeseran strategi atau pengembangan paralel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan daya dorong pesawat kelas menengah-besar seperti Tu-454.

Meski begitu, tantangan besar masih membentang. Baik mesin PD-26 maupun PD-35 masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai tingkat kematangan yang setara dengan mesin Rolls-Royce Trent XWB atau GE GEnx yang digunakan oleh pesawat Barat.

Tantangan Industri dan Sanksi Langkah Rusia menghidupkan kembali merek Tupolev untuk pesawat komersial widebody dipandang cukup berani. Selama beberapa dekade terakhir, Tupolev lebih banyak berfokus pada pesawat militer dan pesawat berbadan sempit (narrowbody), sementara segmen widebody biasanya digarap oleh Ilyushin.

Rusia: “Proyek CR929 Bisa Dilanjutkan Tanpa Menggunakan Komponen dari Pihak Ketiga”

Selain itu, Rusia masih harus berjuang melawan keterbatasan rantai pasok akibat sanksi internasional sejak 2022. Penggunaan material komposit modern dan avionik canggih menjadi tantangan tersendiri bagi industri domestik mereka. Saat ini, program pesawat lain seperti MC-21 dan SJ-100 pun masih terus berjuang untuk mencapai target sertifikasi dan produksi massal.

Hadirnya konsep Tu-454 ini lebih dari sekadar desain pesawat; ini adalah simbol upaya Rusia untuk membuktikan kemandirian teknologinya di tengah isolasi global. Namun, perjalanan dari sebuah maket di pameran hingga menjadi pesawat yang siap mengangkut penumpang di angkasa masih akan memakan waktu bertahun-tahun riset dan uji coba yang panjang.

Rusia: “Proyek CR929 Bisa Dilanjutkan Tanpa Menggunakan Komponen dari Pihak Ketiga”

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru