Tuesday, May 19, 2026
HomeAnalisa AngkutanUji Coba B50 pada Lokomotif dan Kereta Pembangkit Terus Dilakukan Secara Bertahap,...

Uji Coba B50 pada Lokomotif dan Kereta Pembangkit Terus Dilakukan Secara Bertahap, Ini Penjelasan KAI

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) melayani 19.218.440 pelanggan kereta api dengan konsistensi penggunaan bahan bakar biodiesel sepanjang Januari-April 2026. Operator transportasi publik tersebut mencatat rekam jejak emisi karbon sebesar 127.315.192 kilogram dari 47,4 juta penumpang sepanjang 2025.

KAI sendiri tengah mempersiapkan transisi energi nasional. Salah satunya dengan menguji sarana kereta api untuk menyambut kebijakan wajib biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Proses transisi energi ini merupakan kelanjutan dari program pemakaian bahan bakar sebelumnya yakni B40.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba memberikan penjelasan mengenai prioritas perusahaan dalam penerapan kebijakan tersebut dengan mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.

KAI menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beserta LEMIGAS untuk melaksanakan seluruh proses pengujian tersebut. Tim teknisi menguji performa mesin lokomotif kereta api di wilayah Depo Sidotopo sejak pertengahan April 2026. Sementara itu pengujian pada kereta pembangkit berlangsung di Depo Kereta Yogyakarta dengan memantau tingkat konsumsi bahan bakar armada.

Petugas melakukan pemeriksaan berkala terhadap setiap kereta pembangkit tersebut setiap armada mencapai waktu 300 jam operasi. Manajemen kereta api juga sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh hasil pengamatan armada bersama para tim teknis.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya mengingatkan pentingnya kesiapan standar operasional transportasi publik tersebut. Percepatan implementasi B50 memerlukan kesiapan yang terukur agar tetap selaras dengan standar keselamatan dan kualitas layanan transportasi publik. KAI terus memperkuat koordinasi dan pengujian teknis agar implementasinya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2025, penggunaan biodiesel B40 pada layanan Kereta Api Jarak Jauh menghasilkan total emisi karbon sebesar 127.315.192 kg CO₂e atau sekitar 127,3 ribu ton dari total 47,4 juta pelanggan. Sementara pada Januari–April 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI telah melayani 19.218.440 pelanggan dengan konsistensi penggunaan bahan bakar berbasis biodiesel pada berbagai perjalanan kereta api berbasis diesel.

Dalam berbagai studi transportasi, moda berbasis rel ini memiliki tingkat emisi yang lebih rendah dibanding kendaraan pribadi. Rata-rata emisi kereta api berada di kisaran 15–40 gram CO₂ per penumpang-kilometer, sementara kendaraan pribadi dapat mencapai sekitar 120–250 gram CO₂ per penumpang-kilometer. Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan kereta api membantu menjaga emisi sektor transportasi tetap lebih terkendali seiring tingginya mobilitas masyarakat.

Rangkaian pengujian dimulai dari proses blending bahan bakar, pemeriksaan kondisi sarana, hingga pengujian operasional pada berbagai jenis armada. Pengujian dilakukan melalui tahapan pemeriksaan awal, penggunaan B40 sebagai pembanding, hingga penggunaan B50 untuk melihat respons sarana dalam berbagai kondisi operasional.

KAI menegaskan bahwa peralihan ini tidak akan mengurangi standar performa angkutan penumpang maupun barang. Pada setiap tahapan implementasinya, aspek keselamatan, keandalan sarana, dan kualitas layanan tetap menjadi perhatian utama.

Berapa Banyak Bahan Bakar yang Dibutuhkan Kereta Api untuk Sekali Jalan?

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru