Kabar mengejutkan datang dari Bandara Frankfurt, Jerman. Sebuah pesawat badan lebar (widebody) terbaru milik maskapai Lufthansa mengalami insiden serius saat bersiap di gerbang keberangkatan (gate). Roda pendarat bagian depan (nose landing gear) pesawat Boeing 787-9 Dreamliner tersebut tiba-tiba ambruk ketika pesawat sedang dipersiapkan untuk penerbangan jarak jauh menuju Los Angeles, Amerika Serikat.
Beruntung, saat peristiwa itu terjadi, proses pemuatan penumpang (boarding) belum dimulai sehingga tidak ada penumpang di dalam kabin, meskipun beberapa awak pesawat dan staf darat dilaporkan mengalami cedera akibat guncangan mendadak tersebut.
A nearly five-month-old Lufthansa Boeing 787-9 Dreamliner at Frankfurt, preparing for a flight to Los Angeles, experienced a nose landing gear collapse at the gate. pic.twitter.com/72b6J4HyIr
— Aviation (@xAviation) June 4, 2026
Insiden ini menimpa pesawat Dreamliner baru milik Lufthansa dengan nomor registrasi D-ABPQ pada Kamis siang, sekitar pukul 12.45 waktu setempat. Akibat ambruknya nose gear, penerbangan transatlantik menuju Los Angeles tersebut terpaksa dibatalkan seketika, dan seluruh penumpang yang telah menunggu di terminal langsung dialihkan (rebooked) ke penerbangan alternatif. Staf darat dan kru kabin yang berada di sekitar area pesawat saat kejadian langsung mendapatkan perawatan medis dari tim penyelamat bandara yang bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Otoritas penerbangan Jerman bersama tim teknis bandara kini tengah meluncurkan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kegagalan mekanis tersebut. Dugaan awal dari para ahli mengarah pada masalah penanganan di darat (ground handling), salah satunya adalah potensi kesalahan pemasangan atau kelalaian pada pin pengunci roda (downlock pin).
Pihak pabrikan, Boeing, juga telah menyatakan komitmennya untuk membantu penuh proses penyelidikan guna memastikan apakah insiden ini murni akibat faktor operasional darat atau ada masalah teknis yang lebih kompleks.
Di sisi lain, para pakar penerbangan memuji ketangguhan arsitektur desain Boeing 787 Dreamliner. Meski bagian hidung pesawat menghantam lantai apron dengan keras, struktur badan pesawat berhasil menahan beban sedemikian rupa sehingga kedua mesin jet raksasa yang berada di bawah sayap tetap menggantung aman dan sama sekali tidak menyentuh tanah. Hal ini meminimalkan potensi kerusakan struktural yang jauh lebih fatal maupun risiko kebakaran akibat kebocoran bahan bakar.
Lufthansa mengonfirmasi bahwa mereka akan segera melakukan proses pengangkatan (lifting) badan pesawat dari area gate untuk dipindahkan ke hanggar perawatan. Pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan guna menghitung estimasi perbaikan yang diperlukan sebelum pesawat baru ini diizinkan kembali mengudara. Maskapai asal Jerman tersebut juga menegaskan bahwa insiden ini bersifat terisolasi dan diperkirakan tidak akan berdampak luas pada operasional armada Dreamliner mereka yang lain.
Kian Mewah, Kabin First Class Allegris Lufthansa Sukses Sabet Red Dot Award 2026
