Friday, June 5, 2026
HomeDaratKAI Bakal Gunakan Teknologi Ini untuk Cegah Terjadinya Tabrakan!

KAI Bakal Gunakan Teknologi Ini untuk Cegah Terjadinya Tabrakan!

Peristiwa maupun kejadian hal tidak diduga tentu terjadi di semua transportasi termasuk kereta api. Kejadian atau insiden yang tidak diinginkan tersebut kerap kali harus meningkatkan kewaspadaan setiap perjalanan. Karena peristiwa tersebut terjadi tak mengenal waktu dan lokasi. Berbagai upaya untuk mencegah terjadi insiden atau kejadian di luar dugaan tentunya dilakukan agar perjalanan kereta api tetap menjadi aman dan nyaman kepada para penumpangnya.

Setelah peristiwa antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang sangat memilukan tersebut, tentunya berbagai teknologi untuk melakukan pencegahan hal tersebut tidak terjadi, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) melakukan evaluasi besar yang signifikan. Informasi ini telah dibicarakan ke berbagai pihak yang menyangkut pada sistem transportasi Indonesia.

Ya, KAI kedepannya tengah menyiapkan penerapan teknologi baru untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, dan mencegah risiko tabrakan antar kereta. Teknologi tersebut ialah Automatic Train Protection (ATP), sistem yang memungkinkan pengawasan dan proteksi perjalanan kereta dilakukan secara otomatis.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan, saat ini lapisan perlindungan terakhir dalam operasional kereta konvensional masih berada di tangan masinis. Karena itu, perseroan mulai merencanakan penerapan teknologi yang dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap potensi kecelakaan.

Menurutnya, sekarang proteksi dari perjalanan kereta last protection-nya, atau last defense-nya itu ada di masinis. Tapi jika dilihat untuk kereta LRT itu terdapatt sistim GoA (Grade of Automation) 3, di mana komputer yang melakukan proteksi dari potensi tabrakan kereta.

Bobby menjelaskan, terdapat dua pendekatan teknologi yang saat ini dipertimbangkan KAI. Pertama adalah teknologi konvensional atau legacy system yang mengandalkan perangkat di jalur rel (wayside) dan perangkat di kereta (onboard). Dalam sistem tersebut, sensor dipasang baik pada rangkaian kereta maupun di sepanjang jalur rel untuk memantau posisi dan pergerakan kereta secara real time.

Selain sistem konvensional, KAI juga mempertimbangkan penggunaan teknologi yang lebih mutakhir berbasis satelit dan komunikasi nirkabel. Teknologi tersebut dikenal sebagai Future Railway Mobile Communication System (FRMCS), yang mulai dikembangkan di berbagai negara sebagai generasi baru sistem komunikasi perkeretaapian.

Mengenal Sistem Persinyalan Kereta Api di Indonesia, Ini Cara Kerjanya

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru