Monday, June 22, 2026
HomeAnalisa AngkutanTren Baru Liburan ke Korea Selatan: Wisatawan Indonesia Kian Kepincut Jelajahi Destinasi...

Tren Baru Liburan ke Korea Selatan: Wisatawan Indonesia Kian Kepincut Jelajahi Destinasi di Luar Seoul

Pengaruh gelombang budaya Korea atau K-culture secara global terbukti masih menjadi magnet kuat yang menarik minat wisatawan asal Indonesia untuk terbang ke Negeri Ginseng. Menariknya, laporan terbaru dari Airbnb bertajuk Korea Calling: How K-Culture Is Driving a New Generation of Travelers into Korea yang dirilis di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026, menyingkap sebuah pergeseran tren liburan yang signifikan.

Wisatawan Indonesia kini tidak lagi hanya terpaku pada gemerlapnya Kota Seoul atau sekadar berburu wisata hiburan arus utama. Sebaliknya, ada dorongan kuat lintas generasi untuk mengeksplorasi wilayah-wilayah lain di Korea Selatan demi mendapatkan pengalaman budaya yang jauh lebih autentik, mendalam, dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Komitmen ini tercermin dari hasil survei yang menyatakan bahwa sebanyak 97% wisatawan Indonesia mengakui bahwa aspek budaya sangat memengaruhi keputusan mereka untuk mengunjungi negara tersebut.

Pergeseran pola perjalanan ini diamati langsung oleh Amanpreet Bajaj selaku Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara & India. Ia menjelaskan bahwa minat besar wisatawan Indonesia saat ini mulai bergeser ke arah petualangan kuliner lokal, penjelajahan warisan sejarah, serta kunjungan ke daerah-daerah wisata tersembunyi yang belum banyak dijamah oleh turis massal.

Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa

Tren positif ini dinilai sebagai peluang emas untuk menciptakan perjalanan yang lebih bermakna melalui perluasan akses terhadap akomodasi berbasis komunitas di luar ibu kota. Data internal survei bahkan mencatat angka yang fantastis, di mana sebanyak 98% responden Indonesia menyatakan sangat tertarik untuk mengunjungi kota atau wilayah lain di luar kota besar, asalkan tersedia pilihan akomodasi yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Terkait destinasi luar Seoul yang paling diincar oleh pelancong tanah air, Busan dan wilayah sekitarnya sukses menempati urutan teratas dengan persentase mencapai 81%. Posisi berikutnya ditempati oleh keindahan alam Pulau Jeju sebesar 58%, kawasan penyangga Incheon dan Gyeonggi sebesar 47%, serta kota Daegu yang meraup 39%.

Ada berbagai faktor kuat yang mendorong ketertarikan ini, mulai dari pesona pemandangan alam yang unik, petualangan berburu kuliner khas daerah, kekaguman terhadap tradisi lokal, hingga keinginan untuk mendatangi lokasi syuting drama Korea atau film favorit secara langsung. Faktor kenyamanan tempat tinggal juga memegang peranan krusial dalam keputusan ini, di mana 70% wisatawan menyebutkan bahwa ketersediaan homestay atau penginapan lokal menjadi penentu utama karena dinilai menyajikan atmosfer yang lebih hangat serta terasa lebih menyatu dengan keseharian warga lokal dibandingkan dengan hotel konvensional.

Meskipun K-culture secara universal memengaruhi 83% aktivitas pilihan turis Indonesia selama berlibur, survei ini memetakan adanya preferensi yang unik antar-kelompok usia. Bagi generasi Z dan Milenial, fenomena K-pop tetap menjadi motor penggerak utama dengan persentase 64%, jauh mengungguli kelompok usia dewasa yang hanya menyentuh angka 23%. Kebalikannya, para pelancong dari kelompok usia yang lebih matang justru jauh lebih terpikat pada kekayaan warisan sejarah dan budaya Korea (67%) dibandingkan kelompok Gen Z yang berada di angka 46%. Walau berbeda sudut pandang, urusan isi perut rupanya menjadi pemersatu semua generasi. Pengalaman kuliner otentik muncul sebagai motivasi universal yang paling disetujui oleh 65% responden dari seluruh kelompok usia.

Tren eksplorasi yang semakin mendalam ini juga berimplikasi langsung pada durasi tinggal dan perputaran ekonomi di sektor pariwisata. Tercatat, wisatawan Indonesia rata-rata menghabiskan waktu hingga 5,5 malam dalam sekali kunjungan ke Korea Selatan, dengan rata-rata pengeluaran yang cukup besar, yakni mencapai lebih dari Rp30 juta per orang per perjalanan di luar biaya tiket pesawat.

Selain itu, kultur masyarakat Indonesia yang komunal membuat mayoritas dari mereka lebih senang bepergian dalam kelompok, dengan rincian 60% pergi bersama pasangan, 42% memboyong keluarga, dan 22% berlibur bersama teman-teman. Dengan 89% responden yang menyatakan optimis akan kembali mengunjungi Korea Selatan dalam lima tahun ke depan, penyediaan opsi akomodasi lokal yang ramah keluarga di luar Seoul diprediksi akan menjadi kunci utama dalam mendukung gaya liburan baru yang lebih santai, lama, dan bermakna ini.

Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa Rombongan bagi WNI: Minimal 3 Orang dan Syarat Khusus Lainnya

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru