Monday, July 6, 2026
HomeAnalisa AngkutanNaik Level! Penumpang KA Rajabasa Tak Lagi Duduk Adu Dengkul, Apakah Tarifnya...

Naik Level! Penumpang KA Rajabasa Tak Lagi Duduk Adu Dengkul, Apakah Tarifnya Naik?

Kabar gembira bagi masyarakat khususnya Lampung dan Sumatra Selatan. Bahwa rangkaian kereta api kelas ekonomi yang dikenal dengan tarif yang murah, kini sudah cukup nyaman. Pasalnya rangkaian ini bisa terbilang naik level. Ya, Kereta Api (KA) Rajabasa yang merupakan satu-satunya angkutan penumpang dengan rute Stasiun Tanjung Karang – Kertapati pp.

Banyak yang memanfaatkan KA Rajabasa untuk melakukan perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh. Dengan tarif Rp32.000 saja, penumpang sudah bisa menikmati perjalanan hingga 10 jam. Terbilang sangat murah memang, namun layaknya rangkaian kelas ekonomi lainnya yang masih berada pada tarif subsidi, fasilitas yang dirasakan masyarakat masih terbatas.

Sebelumnya KA Rajabasa memiliki kapasitas sebanyak 106 tempat duduk dengan konfigurasi 2-3. Itu berarti penumpang rela duduk dengan posisi tegak dan adu dengkul dengan penumpang yang berada di depannya. Namun, kini fasilitas tersebut kandas sudah. Karena PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) resmi mengoperasikan rangkaian baru KA Rajabasa tersebut.

Modernisasi sarana itu membawa peningkatan kenyamanan bagi penumpang. Dan kabar baiknya tarif yang dikenakan penumpang tidak mengalami kenaikan sama sekali atau dengan kata lain tarif subsidi masih diberlakukan. Kini KA Rajabasa memiliki konfigurasi kursi 2-2 atau dengan total 80 tempat duduk di setiap unit kereta.

Manager Angkutan Fasilitas dan Pelayanan Penumpang KAI Divre IV Tanjungkarang, Eko Dodid Hertanto, mengatakan perubahan paling mencolok terdapat pada konfigurasi tempat duduk. Jika sebelumnya kursi disusun dengan formasi 3-2, kini seluruh rangkaian menggunakan konfigurasi 2-2 sehingga ruang gerak penumpang menjadi lebih lapang.

Tentunya, tak hanya mengubah tata letak kursi, KAI juga melengkapi seluruh gerbong dengan reclining seat. Jarak antarkursi diperlebar sehingga penumpang tidak lagi saling beradu lutut selama perjalanan menuju Sumatra Selatan. Ini membuat penumpang semakin nyaman dengan fasilitas baru ini. Apalagi KA Rajabasa merupakan perjalanan penting bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan kereta api di jalur Sumatra.

Meski kualitas layanan meningkat, tarif KA Rajabasa dipastikan tidak berubah. Penumpang tetap membayar Rp32 ribu untuk perjalanan dari Tanjungkarang menuju Kertapati. Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut langsung terlihat pada hari pertama pengoperasian. Seluruh 440 kursi yang disediakan untuk perjalanan perdana terisi penuh.

Tingginya minat penumpang juga diiringi munculnya permintaan agar KAI menambah frekuensi perjalanan, terutama pada malam hari. Menurut Eko, usulan tersebut telah menjadi perhatian perusahaan dan akan dikaji dalam penyusunan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang baru. Pihaknya pun tengah melakukan survei dan memang ada kebutuhan perjalanan malam. Masukan dari masyarakat tentunya akan di akomodasi dalam perubahan grafik perjalanan kereta api.

KAI juga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal melalui aplikasi Access by KAI. Tiket KA Rajabasa sudah dapat dipesan hingga 45 hari sebelum keberangkatan sehingga peluang memperoleh tiket lebih besar. Disamping fasilitasnya sudah cukup baik, pun tiket KA Rajabasa lebih sering cepat habis karena minat masyarakat.

Pemerintah pun akan terus mengusulkan penambahan kuota subsidi sekaligus peningkatan layanan kereta api di Lampung. Salah satu usulan yang tengah didorong adalah penambahan perjalanan malam karena tingkat keterisian penumpang terus tinggi. Karena peningkatan fasilitas dan penambahan layanan juga dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan kereta api sebagai moda transportasi antardaerah yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Yuk Kenali Nama-nama Stasiun di Lampung yang Terbilang Unik

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru