Monday, July 6, 2026
HomeAnalisa AngkutanDalaman Airport Turki Jadi Bandara Pertama di Dunia yang Seluruh Kebutuhan Listriknya...

Dalaman Airport Turki Jadi Bandara Pertama di Dunia yang Seluruh Kebutuhan Listriknya Dipenuhi Solar Panel Atap

Bandara Dalaman (Dalaman Airport) di Turki baru saja menorehkan tonggak sejarah baru yang luar biasa dalam komitmen penerbangan berkelanjutan skala global. Bandara ini resmi menjadi terminal bandara pertama di dunia yang berhasil memenuhi 100 persen kebutuhan energi listriknya secara mandiri hanya melalui instalasi panel surya di atas atap (rooftop solar).

Keberhasilan ini tercapai setelah rampungnya pembangunan Fase 2 dari proyek pembangkit listrik tenaga surya atap mereka, yang tidak hanya membawa perubahan masif bagi operasional bandara yang ramah lingkungan, tetapi juga menegaskan strategi global dalam menghadirkan infrastruktur masa depan yang rendah karbon.

Proyek ambisius ini diprakarsai oleh raksasa infrastruktur asal Spanyol, Ferrovial, yang bertindak sebagai pemegang saham mayoritas pada operator bandara yang mengelola gerbang udara tersebut atas nama Direktorat Jenderal Bandara Negara Turki (DHMI). Dari segi kapasitas produksi, instalasi panel surya raksasa ini mampu menghasilkan lebih dari 20.000 MWh listrik ramah lingkungan setiap tahunnya.

Dengan beralih sepenuhnya ke energi terbarukan, Bandara Dalaman berhasil memangkas sekitar 8.500 ton emisi karbon dioksida (CO2) per tahun, sebuah kontribusi lingkungan yang nilainya setara dengan manfaat penghijauan dari sekitar 380.000 pohon.

Selain menghasilkan energi bersih, pemasangan panel surya di atap ini ternyata memberikan keuntungan ganda yang sangat cerdas dari sisi arsitektural. Panel-panel yang terpasang secara tidak langsung berfungsi sebagai peneduh alami bagi area skylight dan fasad kaca terminal bandara.

Efek peneduh ini berhasil mereduksi hawa panas yang masuk ke dalam gedung, sehingga secara signifikan menurunkan beban kerja sistem pendingin ruangan (AC) dan meningkatkan efisiensi energi secara drastis saat periode puncak musim panas—sebuah keuntungan operasional yang sangat krusial bagi sebuah terminal bandara yang terletak di wilayah beriklim hangat seperti Turki.

Hebatnya lagi, seluruh sistem panel surya ini terintegrasi penuh ke dalam arsitektur dan operasional terminal yang sudah ada, dengan memanfaatkan ruang atap yang selama ini kosong tanpa memperluas jejak fisik bandara sama sekali. Menurut pihak Ferrovial, proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana intensitas karbon pada infrastruktur transportasi yang kompleks dapat dikurangi secara material melalui rekayasa teknis yang cermat dan optimalisasi aset yang ada. Pencapaian ini sekaligus menghapus emisi Scope 2 yang terkait dengan konsumsi listrik terminal, serta menetapkan tolok ukur global baru bagi integrasi energi terbarukan di sektor aviasi dunia.

Langkah revolusioner ini merupakan bagian dari peta jalan berkelanjutan yang lebih luas di Bandara Dalaman, yang sebelumnya juga telah mengantongi sertifikasi bergengsi ACI Airport Carbon Accreditation Level 3+.

Pihak Ferrovial menegaskan bahwa seiring dengan terus tumbuhnya permintaan perjalanan dan jumlah penumpang, Bandara Dalaman tetap fokus memberikan pengalaman terbang yang mulus dan berkualitas tinggi bagi para pelancong, sekaligus membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dan efisiensi operasional bandara dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan hidup.

Intip Panel Surya Bandara Soetta, PLTS Terbesar di Indonesia yang Saingi Bandara Changi

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru