Amadeus Tawarkan Teknologi Check In Barang Bawaan Berbasis Cloud

ilustrasi

Sebentar lagi penumpang tidak akan direpotkan lagi oleh barang bawaan saat akan ke bandara maupun ke pelabuhan. Hal ini dikarenakan adanya inovasi sistem check in pertama di dunia yang berbasis cloud hasil rancangan Amadeus IT Group SA.

Baca juga: Penanganan Bagasi di Bandara Kini Libatkan Teknologi RFID

KabarPenumpang.com melansir dari bloomberg.com (19/9/2017), teknologi ini yang akan memudahkan check in untuk kelompok wisatawan yang menginap di hotel, sekolah, pusat konferensi dan stadion olahraga. Penyedia pemesanan penerbangan terbesar di dunia, mengatakannya pada Selasa lalu dimana tas yang dibawa ke bandara dengan truk akan melewati pemeriksaan seperti biasa.

Virgin Australia Holdings Ltd juga akan merintis layanan ini setelah sukses melakukan uji coba di terminal penerbangan utama Sydney. Hal ini dikatakaan oleh spesialis logistik lokal OACIS yang bekerjasama dengan Amadeus, dimana memungkinkan penumpang untuk menikmati waktu sebelum penerbangan mereka dan tidak dibebani dengan barang bawaan.

Di bandara penumpang tak lagi direpotkan dengan barang bawaan saat chek in atau menunggu keberangkatan pesawat. Sistem ini memanfaatkan teknologi berbasis cloud untuk mengakses penumpang pesawat dalam proses sistemnya dari jarak jauh. Inovasi teknologi tersebut kemungkinan akan diluncurkan Virgin di seluruh bandara di Australia dan Selandia Baru pada 12 sampai 18 bulan kedepan.

Baca juga: Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan

Salah satu kandidat yang sudah jelas akan memperluas layanan ini adalah Miami, dimana menjadi pelabuhan tersibuk dunia untuk keberangkatan kapal pesiar. Penggunaan inovasi teknologi pada pelabuhan Miami dikatakan oleh Chief Executive OACIS Matt Lee. “Mereka tertarik ingin melihat bagaimana kita pergi dari sini di Miami menuju ke Australia. Tantangan bagi kami hanyalah kecepatan di mana kita menggunakan teknologi ini untuk memudahkan penumpang melakukan pemindahan barang dengan cepat,” kata Lee.

Kemudahan sistem ini sendiri, bisa digunakan hampir di mana saja, mengingat kesederhanaan dan kurangnya fasilitas permanen. “Contohnya seperti kita berada di satu tempat dari pukul enam pagi sampai sebelas pagi serta kemudian menutup toko dan pergi begitu saja. Disini, kami punya fleksibilitas itu,” tambah Lee.

Tak hanya itu di Inggris terkait masalah penerbangan, yang diluncurkan pada bulan Juli lalu, juga akan mengeksplorasi cakupan untuk mengurangi titik-titik kepadatan penumpang di bandara melalui perluasan kiriman barang bawaan dan check in. Ini mencontoh Hong Kong Airport Express, yang memungkinkan wisatawan mengantarkan barang bawaan ke stasiun dua hari sebelum terbang dan mengumpulkannya pada perjalanan.