Akhir Mei 2018, PT MRT Jakarta Harapkan Instalasi Rel Tuntas Sepenuhnya

Proses penyatuan jembatan di titik tengah. Sumber: Kompas

Rangkaian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mulai di uji coba pada Agustus 2018 mendatang. Namun Apakah rel untuk uji coba kereta pertama MRT ini sudah selesai terpasang? Mengingat setelah beberapa kali update informasi ke media, selalu dikatakan progress instalasi masih dikisaran 90 persenan.

Baca juga: MRT Jakarta Gandeng GoJek Kembangkan Bisnis dan Mobile Payment via Aplikasi

KabarPenumpang.com saat bertemu di penandatangan nota kesepahaman dengan Gojek Indonesia, Selasa (22/5/2018), Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, rel diharapkan akan selesai pada bulan Mei 2018. Sehingga kereta pertama yang kini ada di depo MRT Lebak Bulus bisa diletakkan di rel pada akhir Juli mendatang.

“Progres keseluruhan sekarang 93,5 persen. Saat ini rel dalam pemasangan dan pengelasan dan diharapkan selesai pemasangan Mei ini,” kata William.

Dia mengatakan, setelah kereta pertama tersebut diletakkan di main track, pihak MRT Jakarta akan melakukan uji coba selama lima minggu. Kemudian akhir Agustus, akan dijalankan di main track selama empat bulan.

“Hingga akhirnya pada Desember kita mulai uji coba keseluruhan. Agustus itu kereta sudah di main line, pendukung sudah harus selesai semua, screen door, sinyal dan lainnya. Power juga, karena listrik akan mulai menyala bulan Juni,” tutur William.

Dia menambahkan, pada Agustus skenario yang akan digunakan adalah kereta berjalan sepuluh menit, lima menit, tiga menit dan lainnya. Persinyalan akan mulai dikirim dan nantinya semua di atur di OCC.

Tak hanya terkait track atau jalur rel kereta MRT, terkait tarif kereta sendiri pihak MRT tengah membuat proyeksinya dengan bantuan beberapa konsultan untuk dikonsolidasikan dengan Pemprov DKI. Hal ini nantinya akan mengetahui berapa tarif dan subsidi yan diaplikasikan APBD tahun depan.

“Besaran subsidi itu nanti di konversikan dengan pemeliharaan. Kita lihat juga proyeksi bisnis MRT apa saja. Yang jelas tahun pertama tarif MRT Jakarta akan full subsidi,” jelas William.

Baca juga: Tahap Awal Operasional MRT Jakarta, PLN Siapkan Pasokan Listrik 60 MVA

William jua menjelaskan untuk naming ride atau penamaan stasiun, dimana MRT Jakarta akan melelang nama stasiun. Dia mencontohkan di Bundaran HI kesempatan akan diberikan pada pemilik gedung atau yang punya branding untuk menawar.

Sehingga nama akan opsional dengan pemenang lelang. “Yang memberi tawaran terbaik akan kita berikan,” tutup William.