Akibat Miskomunikasi dengan Pengemudi, Penumpang GrabCar Tekan ‘Tombol Darurat’

0
Tian dan pengemudi GrabCar (terkini.id)

Baru-baru ini, seorang wanita menekan tombol darurat yang ada pada layanan ride hailing GrabCar. Wanita tersebut menekan tombol darurat untuk membebaskan diri dari situasi yang sulit, karena dia berpikir akan diculik padahal ternyata pengemudi memasukkan alamat langsung ke BSD bukan ke Dharmawangsa terlebih dahulu.

Baca juga: GoJek Punya Fitur “Panic Button” yang Tersambung ke Unit Darurat

Bahkan hal tersebut viral di media sosial selama akhir pekan. Tombol tersebut sebenarnya fitur yang disediakan aplikasi untuk melindungi pengemudi maupun penumpang. Penekanan tombol ini terjadi ketika wanita itu menggunakan layanan GrabCar untuk pergi ke kedua tempat berbeda. Perempuan bernama Tian itu mengaku perjalanan pertama adalah ke kantornya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan untuk menjemput temannya.

Kemudian ke pameran pernikahan di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Sayangnya mobil tersebut tidak mengikuti arahannya ke tujuan pertama di Dharmawangsa. Mobil itu ke rute berbeda dan pengemudi mengaku diarahkan ke jalur tersebut oleh aplikasi navigasi. Selama perjalanan, dia tiba-tiba mendengar suara apa yang dia pikir sebagai walkie talkie yang datang dari kursi pengemudi.

“Saya merasa tidak enak ketika mendengarnya. Pengemudi itu berulang kali menatap saya di kursi belakang sementara saya berusaha untuk tidak panik,” tulisnya di Instagram.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (10/2/2020), dia mengatakan mobil tiba-tiba berbelok ke jalan tol dan semakin jauh dari tujuan pertama. Dia mencoba memberi tahu pengemudi untuk kembali ke jalan yang benar sambil mencoba menghubungi pacarnya.

“Sopir terus membisikkan sesuatu dan mengatakan semacam kode, saya tidak tahu kepada siapa dia berbisik,” lanjutnya.

Tian mengatakan pengemudi tiba-tiba mengubah kecepatan, mungkin dalam upaya untuk membuatnya menjatuhkan ponselnya.

“Tapi kemudian saya ingat ada tombol darurat di aplikasi Grab, jadi saya menekannya dan terhubung ke call center,” tulisnya.

Saat menekan tombol darurat, dirinya menjelaskan pada operator situasinya saat itu. Kemudian pengemudi mulai melaju kencang dan berkata dengan keras dia menuju ke arah yang benar.

“Saya bertanya apakah mereka dapat melacak lokasi saya dan operator memberi tahu saya bahwa gugus tugas Grab sedang dalam perjalanan ke lokasi saya. Pengemudi mulai panik dan dia menurunkan saya di jalan tol, ”tulisnya.

Ketika diturunkan, operator mengatakan dirinya akan dijemput oleh petugas Grab, yang kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi dengan dia. Grab menyediakan fitur “Bantuan Darurat” di aplikasi sehingga pengguna dapat menghubungi pusat panggilan dan tim darurat jika penumpang atau pengemudi merasa bahwa mereka dalam bahaya. Fitur ini juga menginformasikan kontak darurat yang ditetapkan pengguna saat digunakan.

Baca juga: Komnas Perempuan Gandeng Grab Indonesia Tangani Kekerasan Perempuan di Transportasi Online

Manajer humas Grab Indonesia Andre Sebastian mengatakan bahwa dia berharap pos viral akan meningkatkan kesadaran pengguna Grab akan fitur darurat aplikasi. Saingan Grab, aplikasi Gojek juga menyediakan fitur serupa yang disebut “Tombol Darurat” untuk menghubungkan pengguna yang merasa terancam selama perjalanan ke hotline daruratnya.

Leave a Reply