Akibat Tas Make Up Lolos dari Alat Pemindai, 700 Penumpang Terdampar di Bandara Munich

Sumber: istimewa

Sebanyak 330 penerbangan di Bandara Internasional Munich, Jerman mau tak mau harus batal pada Sabtu (28/7/2018) kemarin. Ini dikarenakan tas rias seorang wanita yang tak terdeteksi saat melewati alat pemindai keamanan.

Baca juga: Seorang Wanita Bawa Pisau dan Lolos dari Alat Pemindai, 3 Ribu Penumpang Tertahan di Bandara Auckland

KabarPenumpang.com melansir dari laman travelandleisure.com (2/8/2018), diketahui wanita tersebut memiliki cairan yang terlalu banyak di dalam barang bawaannya ketika melewati keamanan di bandara. Tetapi bukannya membuang botol isi cairan tersebut dirinya memilih kembali ke meja check ini dan memeriksa tasnya.

Setelah 15 menit kemudian wanita tersebut kembali ke pemeriksaan keamanan. Tapi entah bagaimana dia berhasil melewati pos pemeriksaan tanpa melewati pemeriksaan tubuh. Sayangnya saat para petugas keamanan menyadari kesalahan yang mereka lakukan, wanita itu sudah tidak lagi terlihat.

Ada kemungkinan dia sudah dalam penerbangannya. Hingga akhirnya membuat reaksi berantai, dimana mempengaruhi lebih dari 32 ribu penumpang yang akan melewati bandara pada hari itu. Seluruh terminal akhirnya di tutup dan semua orang di gedung harus mengungsi.

Penerbangan yang seharusnya terbang mau tak mau tertunda selama tujuh jam dan membuat 330 penerbangan dibatalkan serta sekitar 700 orang harus menghabiskan malam mereka di ruang tunggu bandara karena masalah tersebut. Deutsche Welle seorang inspektur yag bertanggng jawab atas pos pemeriksaan mengatakan, wanita itu melewati pos keamanan tubuh saat seorang petugas dilaporkan sedang melakukan percakapan dengan rekan-rekannya dan membuat mereka gagal melihat wanita itu berjalan tanpa melewati pemindai tubuh.

Baca juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara

“Dari yang telah kami pelajari, sejauh ini tentang insiden tersebut, kami tidak membayangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap penumpang,” ujar juru bicara Bandara Munich.

Bahkan atas insiden ini, tiga karyawan perusahaan kemanan bandara milik negara harus rela ditangguhkan dari pekerjaan mereka sembari menunggu penyelidikan pihak berwenang. Selain itu wanita yang lolos saat melalui keamanan bandara juga tidak bisa disalahkan atas kekacauan yang terjadi. Tak hanya itu, ada pula kerugian pada bandara sekitar US$1,2 atau setara dengan Rp17,3 miliar atas kesemrawutan tersebut.