Alat Pemindai dan Detektor Logam Uji Coba Perdana di Stasiun MRT Little India

0
Ilustrasi skrining keamanan. Sumber: Channel News Asia

Alat pemindai tas dan pendeteksi logam mulai terpasang di beberapa stasiun MRT Singapura dan diuji coba pada Senin (12/11/2018) kemarin. Percobaan ini pertama dilakukan di stasiun MRT Little India sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat. Beberapa penumpang yang terpilih kemudian meletakkan tas atau barang bawaan mereka ke alat pemindai dan melewati pendeteksi logam.

Baca juga: Antisipasi Serangan Teroris, Stasiun MRT Singapura Akan Dilengkapi Pemindai X-Ray

Adanya pemeriksaan keamanan seperti di bandara ini ternyata membuat beberapa penumpang mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Bahkan ada yang mengatakan ini bila dilakukan di bandara tidak apa dan bahkan pemindai keamanan tersebut tidak dapat diterima.

“Seluruh prosesnya sangat membosankan. Ini memperlambat perjalanan saya,” ujar seorang penumpang yang tidak mau disebutkan namanya, dikutip KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (12/11/2018).

Dalam uji coba ini memakan waktu sepuluh menit dengan rata-rata empat orang melalui pemindai di Stasiun Little India. Kepada penumpang yang dipilih petugas, mereka akan diberi isyarat untuk meletakkan barang di pemindai dan melalui detektor logam. Bahkan, pada hari pertama tidak ada antrean saat petugas melakukan pemindaian pada penumpang.

Beberapa penumpang yang kecewa mengatakan, pemilihan uji coba tersebut sangat acak dan lebih memilih pada penumpang yang membawa tas atau barang lainnya. Seorang penumpang justru prihatin dengan hal pemeriksaan keamanan tersebut.

“Untuk penumpang di pagi hari ini akan sedikit sulit jika petugas menyaring semua orang,” ujar seorang penumpang perempuan.

Meski begitu beberapa penumpang lain menerima adanya pemeriksaan tersebut seperti salah satunya Subramaniam Balasubramaniam.

“Kami merasa lebih aman dengan pemeriksaan acak ini. Ini tugas kami, karena orang-orang yang tinggal di negara ini mendukung (langkah-langkah seperti ini),” ujar Subramaniam.

Wakil direktur divisi kemanan transportasi umum LTA Joseph Goh meyakinkan penumpang, mereka tidak akan terjebak dalam antrean panjang selama uji coba. Sebab petugas memilih penumpang secara acak dan memeriksanya satu persatu sehingga bisa dipastikan tidak ada kemacetan.

“Ini mirip dengan bagaimana pemeriksaan tas saat ini sedang dilakukan. Karena pemeriksaan ini acak, itu tidak akan menyebabkan keterlambatan bagi sebagian besar komuter. Kami tahu dari insiden di tempat lain bahwa sistem transportasi umum sangat rentan, mungkin karena banyaknya orang yang lewat. Oleh karena itu kami belajar dari ini dan berencana untuk menerapkan peningkatan pemeriksaan keamanan di stasiun MRT,” kata Goh.

Uji coba penyaringan keamanan LTA, yang akan berjalan selama enam bulan, akan dilakukan di berbagai stasiun MRT di seluruh Singapura. LTA menegaskan bahwa penumpang yang melakukan perjalanan melalui stasiun MRT Little India, Bedok, Ang Mo Kio, Bukit Panjang dan Yishun dapat dipilih untuk menjalani penyaringan, tetapi lokasi dan waktu pemeriksaan dapat berubah di hari-hari berikutnya.

Sebagai tanggapan terhadap bagaimana petugas secara acak memilih komuter untuk disaring, Goh mengatakan bahwa mereka telah menjalani pelatihan untuk mencari komuter yang membawa barang-barang besar.

“Para petugas dilatih untuk melakukan penilaian mereka sendiri untuk memilih penumpang untuk diperiksa … tidak ada rumus baku siapa yang kami pilih,” kata Goh.

Baca juga: Loncati Pintu Pembatas Platform di Jalur MRT Singapura, Pria 30 Tahun Diamankan Polisi

Dia menambahkan bahwa LTA akan menggunakan data yang dikumpulkan dari persidangan, seperti waktu yang diambil untuk seorang individu untuk disaring, untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi proses.

“Kami mencari pemahaman dan dukungan komuter saat kami berupaya menjaga sistem transportasi publik kami aman,” tambahnya.

Leave a Reply