Saturday, February 7, 2026
HomeAnalisa AngkutanAmbisi Branding Trump: Upaya Mengabadikan Nama Sang Presiden di Bandara dan Stasiun...

Ambisi Branding Trump: Upaya Mengabadikan Nama Sang Presiden di Bandara dan Stasiun Kereta AS

Sejarah politik Amerika Serikat baru saja diwarnai oleh kabar menarik mengenai ambisi pribadi Presiden Donald Trump dalam mengabadikan namanya pada infrastruktur publik negara. Menurut laporan media AS, Trump dikabarkan sempat mengusulkan agar nama sebuah bandara internasional dan stasiun kereta api utama diganti menggunakan namanya sendiri. Langkah ini dipandang oleh banyak pihak sebagai kelanjutan dari “kerajaan branding” yang selama ini melekat pada sosoknya di dunia bisnis.

Keinginan ini mencuat dalam diskusi mengenai revitalisasi infrastruktur nasional. Trump, yang dikenal sangat bangga dengan proyek-proyek konstruksi besar, dilaporkan merasa bahwa kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi dan infrastruktur AS layak mendapatkan pengakuan permanen. Usulan ini kabarnya sempat menjadi pembicaraan di lingkungan internal pemerintahan, di mana timnya menjajaki kemungkinan mengubah nama infrastruktur strategis di wilayah yang menjadi basis pendukung setianya.

Namun, upaya tersebut tidak berjalan semulus pembangunan gedung pencakar langit miliknya. Tradisi di Amerika Serikat biasanya menetapkan bahwa penamaan fasilitas publik setelah seorang presiden umumnya terjadi setelah mereka meninggalkan jabatan atau sebagai bentuk penghormatan pasca-kematian. Selain itu, mengubah nama bandara atau stasiun besar melibatkan proses birokrasi yang rumit, termasuk persetujuan dari pemerintah lokal dan otoritas transportasi yang seringkali memiliki pandangan politik berbeda.

Laporan ini memicu beragam reaksi di publik Amerika. Para pendukungnya menilai hal tersebut sebagai bentuk apresiasi yang wajar atas visinya “Make America Great Again” di sektor pembangunan. Sebaliknya, para kritikus menganggap langkah tersebut sebagai bentuk narsisme politik yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi seorang presiden yang masih menjabat. Mereka berargumen bahwa infrastruktur publik seharusnya tetap menjadi milik rakyat tanpa label politik tertentu.

Meskipun hingga saat ini belum ada bandara utama yang resmi berganti nama menjadi “Bandara Internasional Trump,” kabar ini menambah daftar panjang bagaimana Trump berupaya mendobrak norma-norma tradisional kepresidenan. Hal ini mempertegas bahwa bagi Trump, politik bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal warisan visual dan branding yang akan diingat oleh generasi mendatang setiap kali mereka melakukan perjalanan melalui jalur udara maupun rel kereta api.

Trump Ingin Ganti Nama Bandara Ini Jadi Bandara Internasional Donald J. Trump

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru