Antisipasi Covid-19, Semua Awak Kabin di Taiwan Dilengkapi APD

0
Awak kabin Taiwan diberikan APD oleh CECC (simpleflyingc.om)

Maskapai dunia saat ini tengah terpuruk karena banyak rute penerbangan yang di tutup karena Covid-19 yang tengah merebak. Tak hanya itu, pelancong-pelancong pun membatalkan tiket penerbangan mereka demi pencegahan diri sendiri agar tidak terinfeksi.

Baca juga: Virus Corona Merebak, Awak Kabin Cari Perlindungan

Meski terpuruk, tetapi sepertinya Taiwan cukup berhasil dalam memerangi dampak terburuk krisis dan ancaman terhadap industri penerbangan saat ini. Bahkan semua maskapai Taiwan seperti Eva Air, China Airlines dan beberapa lainnya akan dibagikan alat pelindung diri (APD).

APD tersebut dibagikan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan atau Taiwan Centers for Desease Control (CECC). Peralatan yang dibagikan seperti masker bedah, kacamata, pakaian pelindung dan sarung tangan yang juga merupakan alat yang sama diberikan kepada tenaga medis. Bisa dikatakan kehadiran peralatan ini menjadi peningkatan besar-besaran dari hanya awalnya yang menggunakan masker saja.

KabarPenumpang.com melansir laman simpleflying.com (30/3/2020), kehadiran APD ini sendiri karena Menteri Kesehatan Cheng Shih-Chung merupakan kepala dari CECC di Taiwan. Selain menghadirkan APD, CECC juga tengah mempertimbangkan mandat undang-undang dan peraturan baru untuk memastikan bahwa penumpang tidak membahayakan awak kabin.

Hal ini mungkin termasuk memberi tahu staf jika mereka memiliki kondisi demam, duduk terpisah atau mencegah batuk pada orang lain. Sejauh ini satu-satunya aturan yang berlaku untuk maskapai Taiwan adalah bahwa penumpang dapat membawa botol desinfektan dan APD mereka sendiri, tetapi mereka tidak dapat mengganti kursi di pesawat tanpa izin dari awak pesawat.

Selain dengan APD, pemerintah Taiwan juga mengatakan agar awak pesawat yang baru kembali dari penerbangan jarak jauh atau luar negeri diharapkan untuk mengisolasi diri selama lima hari. Hal ini dilakukan jika ada yang terinfeksi tidak akan menularkannya pada orang lain.

Selain awak pesawat komersial, awak pesawat kargo yang mengantar barajng ke dan dari luar negeri pun harus mengisolasi diri mereka hanya saja waktunya lebih singkat yakni tiga hari. Bisa dikatakan, waktu isolasi diri para awak pesawat ini lebih pendek dari aturan yang diterapkan pada penumpang, yang perlu mengisolasi diri selama 14 hari ketika tiba di Taiwan.

Baca juga: Penumpang Terpapar Virus dalam Penerbangan, Vietjet Tawarkan Asuransi ‘”Sky Covid Care”

Untuk diketahui, Taiwan saat ini tidak mengizinkan pelancong untuk berkunjung dan telah menutup bandaranya untuk transit penumpang. Mereka juga membatasi yang tiba di Taiwan seperti warga negara dan yang memiliki hak untuk tinggal di sana.

Apakah dengan kehadiran APD yang akan digunakan awak pesawat ini membuat mereka terlindungi?

Leave a Reply