Apakah Aerosol Bisa Sebabkan Infeksi? Lalu Apakah Buka Jendela Ruangan Bisa Hindari Virus?

0
ilustrasi aerosol (fivethirtyeight.com)

Beberapa waktu lalu ada bukti yang berkembang bahwa partikel-partikel udara yang lebih kecil dan disebut aerosol juga dapat membawa dan menyebarkan virus. Di mana pada awal masa pandemi virus corona baru atau Covid-19 tetesan pernapasan yang lebih besar seperti ludah dan lendir menyebarkan virus ini.

Baca juga: Ilmuwan: Bukti Penularan Covid-19 di Udara Semakin Banyak

Karena partikel virus ini bisa menemukan jalan ke hidung, mulut atau mata yang menyebabkan infeksi karena memiliki ukuran lima sampai sepuluh mikron. Namun meski begitu, tetesan ini akan cepat jatuh ke tanah atau permukaan yang ada di dekatnya seperti ketika dua orang tengah berbicara.

Tetapi ketika seseorang tertawa, bernyanyi bahkan bernapas pun ternyata menghasilkan tetesan yang lebih kecil dan lebih ringan atau kurang dari lima mikron serta akan menguap sebelum jatuh ke tempat terdekat.

Maka pada awal pandemi partikel udara yang lebih kecil dan disebut aerosol ini para ahli tak yakin dapat mengandung cukup virus untuk menginfeksi siapa pun. Seseorang tidak akan terinfeksi dengan menghirup satu atau dua tetesan kecil, mereka harus terpapar pada konsentrasi tertentu sebelum menyentuh permukaan.

“Ini semacam proses eliminasi. Anda sampai pada titik di mana Anda berkata. Ini seperti transmisi aerosol,” “kata Lisa M. Brosseau, seorang konsultan penelitian di Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular Universitas Minnesota yang dikutip KabarPenumpang.com dari fivethirtyeight.com (20/7/2020).

Dia mengatakan, di tengah pandemi, itulah yang Anda miliki. Di mana Anda mengambil bukti apa yang dimiliki, amati, dan kemudian menarik kesimpulan dari itu. Ketika orang-orang berada di luar, transmisi aerosol kur .

Brosseau mengatakan, ini seperti menjatuhkan pewarna makanan ke sungai, tapi di dalam ruangan, terutama jika ventilasi buruk, aerosol lebih mudah menumpuk dan lebih seperti menjatuhkan pewarna makanan ke dalam birdbath. Namun, kadang-kadang, Anda tidak bisa menghindari berenang di air keruh itu.

“Berita baiknya adalah, ada cara untuk mencairkan dan membersihkan aerosol dari ruang dalam ruangan. Tetapi itu membutuhkan lebih banyak usaha,” tambah Brosseau.

Membuka jendela bisa membantu karena itu memaksa udara segar masuk, dan sebagian udara yang terkontaminasi akan keluar.

“Tidak ada keraguan bahwa, seiring waktu, rata-rata, konsentrasi aerosol akan turun jika Anda membuka jendela,” kata Rajat Mittal, seorang profesor teknik mesin yang mempelajari aerodinamika di Universitas Johns Hopkins.

“Anda dapat mencapai perubahan udara melalui salah satu dari dua cara,” kata David Krause, ahli kesehatan industri bersertifikat dan pemilik HealthCare Consulting and Contracting.

Baca juga: Pastikan Keamanan, Boeing dan Airbus Pelajari Risiko Sebaran Virus Corona di Pesawat

Dia menambahkan, yang pertama adalah melalui pergantian udara kotor, membawa udara luar dan udara mengeluarkan udara dari dalam ruangan, dan yang kedua Anda dapat mencapainya dengan menggunakan filter efisiensi tinggi yang secara efektif menghilangkan partikel yang mengandung virus dari udara.

Nah jadi di dalam pesawat atau kendaraan umum lainnya aman tidak ya? Karena aerosol pasti ada meskipun perputaran udara tetap berlangsung.

Leave a Reply